POSKOTA.CO.ID - Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ada beberapa waktu yang dikenal sebagai waktu mustajab doa.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, memanfaatkan waktu-waktu mustajab doa merupakan salah satu cara yang dianjurkan bagi seorang muslim agar permohonannya lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Ia menekankan bahwa, umat Islam seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, karena waktu-waktu itu telah disebutkan secara jelas dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.
Dalam praktiknya, waktu-waktu mustajab doa tersebut tidak hanya terbatas pada satu atau dua momen saja, melainkan tersebar dalam berbagai aktivitas ibadah sehari-hari.
Penjelasan mengenai waktu mustajab doa ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar lebih memperhatikan momen-momen tersebut dan tidak melewatkannya begitu saja.
Terlebih lagi, kesempatan untuk berdoa pada waktu yang dianjurkan dapat menjadi salah satu jalan bagi seorang hamba untuk mendapatkan pertolongan, kemudahan, serta keberkahan dalam hidupnya.
Lalu, kapan saja waktu-waktu mustajab doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan dijelaskan oleh Ustadz Khalid Basalamah tersebut?
Berikut ini adalah 10 waktu doa paling mustajab yang sebaiknya tidak dilewatkan oleh umat Islam.
Baca Juga: Amalan Apa yang Harus Disiapkan di Malam Lailatul Qadar? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah
Waktu-waktu Doa Paling Mustajab
Adapun waktu-waktu doa paling mustajab kata Ustadz Khalid Basalamah seperti dikutip Poskota melalui kanal YouTube SAP Channel, pada Sabtu, 13 Maret 2026.
1. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu mustajab doa yang paling terkenal adalah sepertiga malam terakhir. Hal ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman:
"Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya."
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk bangun pada waktu tersebut untuk melaksanakan salat tahajud dan memperbanyak doa.
Cara menghitung sepertiga malam adalah dengan membagi waktu dari Maghrib hingga Subuh menjadi tiga bagian.
Sepertiga terakhir biasanya dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari hingga menjelang Subuh, tergantung waktu Maghrib dan Subuh di masing-masing daerah.
2. Saat Sujud dalam Salat
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa posisi sujud merupakan kondisi paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa ketika sujud, terutama dalam salat sunnah. Dalam sebuah hadis disebutkan:
"Posisi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa."
Banyak ulama mencontohkan kebiasaan para salaf yang memperpanjang sujud mereka untuk berdoa dan memohon hajat kepada Allah SWT.
3. Sebelum Salam dalam Salat
Waktu mustajab lainnya adalah sebelum salam dalam salat, tepatnya setelah membaca tasyahud akhir.
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan banyak doa yang dapat dibaca pada waktu tersebut.
Bahkan terdapat puluhan doa yang diriwayatkan dalam berbagai kitab hadis dan buku doa seperti Hisnul Muslim.
Setelah membaca doa-doa tersebut, seorang muslim diperbolehkan menyampaikan hajat pribadinya kepada Allah SWT sebelum mengakhiri salat dengan salam.
Baca Juga: Siapa Sosok Ustaz Khalid Basalamah yang Dipanggil KPK Terkait Korupsi Kuota Haji
4. Ketika Sedang Berpuasa
Doa orang yang sedang berpuasa termasuk doa yang sangat berpeluang dikabulkan oleh Allah SWT.
Hal ini berlaku baik untuk puasa wajib di bulan Ramadan maupun puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis atau puasa tiga hari setiap bulan.
Beberapa ulama menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk berdoa ketika berpuasa adalah sejak sahur hingga menjelang berbuka puasa, terutama pada saat-saat menjelang Maghrib.
5. Ketika Sedang Safar (Perjalanan)
Doa seorang musafir atau orang yang sedang melakukan perjalanan juga termasuk doa yang mustajab.
Selama perjalanan tersebut bukan untuk tujuan maksiat, maka doa seorang musafir sangat dianjurkan dan memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, ketika sedang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan seperti kereta, pesawat, atau kapal, seorang muslim dianjurkan memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa.
6. Ketika Hujan Turun
Turunnya hujan juga menjadi salah satu waktu yang dianjurkan untuk berdoa. Dalam Islam, hujan disebut sebagai rahmat dari Allah SWT yang diturunkan ke bumi.
Ketika hujan turun, para sahabat Nabi SAW dahulu sering memanjatkan doa karena mereka meyakini bahwa waktu tersebut merupakan waktu yang penuh keberkahan.
7. Antara Adzan dan Iqamah
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa doa antara adzan dan iqamah merupakan doa yang tidak ditolak oleh Allah SWT.
Waktu ini sering kali terlewatkan oleh banyak orang. Padahal dalam sehari terdapat lima waktu salat, yang berarti ada lima kesempatan bagi seorang muslim untuk memanjatkan doa pada waktu tersebut.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memanfaatkan waktu menunggu salat dengan memperbanyak doa dan dzikir.
8. Doa Orang Tua untuk Anak
Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa doa orang tua kepada anak termasuk doa yang mustajab.
Karena itu, para orang tua dianjurkan untuk selalu menjaga ucapan kepada anak-anak mereka dan memperbanyak doa yang baik, seperti memohon agar anak diberi hidayah, kesehatan, serta keberkahan hidup.
Sebaliknya, Rasulullah SAW juga mengingatkan agar orang tua tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya.
9. Doa Seorang Muslim untuk Muslim Lain
Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim juga memiliki keutamaan besar, terutama jika dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Dalam hadis disebutkan bahwa ketika seseorang mendoakan saudaranya secara diam-diam, maka malaikat akan berkata:
"Amin, dan bagimu juga seperti itu."
Artinya, doa yang dipanjatkan untuk orang lain juga akan kembali kepada orang yang mendoakannya.
10. Waktu Mustajab pada Hari Jumat
Hari Jumat memiliki waktu khusus yang dikenal sebagai waktu mustajab doa.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu di mana doa seorang muslim tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Sebagian ulama berpendapat waktu tersebut terjadi antara khutbah hingga salat Jumat, sementara pendapat lain menyebutkan waktu mustajab tersebut berada setelah salat Ashar hingga menjelang Maghrib.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa pada hari Jumat, khususnya pada waktu-waktu tersebut.
Mengetahui waktu-waktu mustajab doa menjadi hal yang sangat penting bagi seorang muslim.
Dengan memanfaatkan momen-momen tersebut, peluang doa untuk dikabulkan menjadi semakin besar.