“Anak-anak muda ini setelah menikah ingin punya hunian sendiri. Tapi dengan kondisi belum bekerja atau penghasilan terbatas, sulit sekali mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau,” katanya.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Pelanggaran Pemudik Motor Barang Bawaan Berlebih Paling Sering Ditemukan
“Backlog kebutuhan hunian di Jakarta sekitar seratus ribu per tahun, sementara suplai dari Pemprov baru sekitar tiga puluh satu ribu. Di sini ada gap yang besar,” ujar Ghozi.
Kondisi tersebut, menurutnya, juga berdampak pada munculnya hunian padat yang dihuni oleh banyak kepala keluarga dalam satu rumah.
“Saya pernah menemukan satu rumah dihuni lebih dari tiga sampai lima kepala keluarga. Ini akhirnya berdampak pada kesejahteraan sosial, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Isu pendidikan juga menjadi perhatian Ghozi yang menilai kebijakan pendidikan di Jakarta sebenarnya sudah cukup maju, namun masih menghadapi persoalan akses bantuan pendidikan bagi masyarakat akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
“Jakarta sudah gratis sampai SMA, tapi masih banyak yang belum mendapatkan bantuan pendidikan secara proper. Banyak penerima KJP yang belum mendapatkan,” kata Ghozi.
“Problemnya di fiskal, masalah anggaran. Tapi ini harus terus diperjuangkan agar warga Jakarta mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, Ghozi juga menaruh perhatian pada isu lingkungan hidup, khususnya di wilayah perbatasan Jakarta Timur seperti Cakung, karena menurutnya Jakarta masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam pengelolaan lingkungan, mulai dari polusi udara, pengelolaan sampah, hingga keterbatasan ruang terbuka hijau.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, Wali Kota Bekasi Tinjau Jalur Mudik
“Target ruang terbuka hijau di Jakarta itu tiga puluh persen sesuai amanat undang-undang, tapi saat ini baru sekitar lima persen. Jauh sekali dari harapan,” katanya.
Menurutnya, ruang terbuka hijau penting untuk memperbaiki kualitas udara sekaligus menjadi ruang interaksi sosial, serta perlu didukung pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan masyarakat.
