“Jika pelayanan publik kita baik, tentu akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menarik investasi untuk masuk ke Kabupaten Bekasi,” ucapnya.
Asep juga mengungkapkan, pemerintah daerah tengah melakukan audit terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna memastikan pengelolaannya berjalan secara profesional, transparan, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah melalui penguatan pengawasan pajak daerah, termasuk pemanfaatan pajak air tanah oleh perusahaan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp649 miliar, sehingga pemerintah daerah perlu memaksimalkan berbagai potensi pendapatan daerah.
Selain itu, pembangunan infrastruktur yang merata juga menjadi perhatian pemerintah daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Baca Juga: Istri Dipepet Begal di Bekasi, Suami Langsung Gas Mobil dan Tabrak Pelaku
Asep menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.
“Saya bukan superman yang bisa bekerja sendiri. Karena itu kita harus membangun super team yang terdiri dari pemerintah daerah, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan media,” tuturnya.
Ia berharap melalui sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan insan pers, informasi pembangunan dapat tersampaikan secara akurat dan konstruktif kepada masyarakat.
“Dengan kebersamaan ini kita berharap dapat terus memperkuat sinergi demi kemajuan Kabupaten Bekasi,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan media.
