8 Sahabat Nabi yang Jarang Diketahui, Kisah Perjuangannya Sangat Menginspirasi Umat Islam

Jumat 13 Mar 2026, 05:15 WIB
8 sahabat nabi yang jarang diketahui. (Sumber: Pinterest/SH Design)

8 sahabat nabi yang jarang diketahui. (Sumber: Pinterest/SH Design)

POSKOTA.CO.ID - Ketika membicarakan sahabat Nabi Muhammad SAW, sebagian besar umat Islam biasanya langsung mengingat nama-nama besar seperti Ali bin Abi Thalib, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan.

Kisah mereka memang sangat populer dan sering dijadikan rujukan dalam berbagai kajian maupun tulisan tentang sejarah Islam.

Namun, di balik tokoh-tokoh terkenal tersebut, ada sejumlah sahabat Nabi lainnya yang jarang dikenal luas.

Padahal, perjalanan hidup mereka juga sarat dengan keteguhan iman, pengorbanan besar, serta keberanian dalam memperjuangkan Islam di masa-masa awal dakwah.

Baca Juga: Jangan Terbuang Sia-sia, Ini Cara Mengisi Waktu Ramadhan yang Lebih Bermanfaat

8 Sahabat Nabi yang Tidak Banyak Diketahui

Ilustrasi. 8 sahabat nabi yang tidak banyak diketahui. (Sumber: ChatGPT)

Berikut delapan sahabat Nabi yang kisahnya penuh inspirasi namun jarang diketahui:

  1. Al-Arqam bin Abi Al-Arqam

Al-Arqam bin Abi Al-Arqam memiliki peran penting pada masa awal penyebaran Islam. Ketika dakwah Nabi Muhammad SAW masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi, ia mempersilakan rumahnya dijadikan tempat berkumpul bagi Rasulullah dan para sahabat.

Di rumah inilah para sahabat belajar tentang ajaran Islam dan menerima wahyu yang disampaikan Nabi. Menariknya, Al-Arqam melakukan hal besar tersebut saat usianya masih sekitar 16–17 tahun.

Keberanian seorang remaja dalam memberikan tempat aman bagi dakwah Islam menunjukkan besarnya pengorbanan yang ia lakukan di tengah tekanan kaum Quraisy.

Baca Juga: Niat dan Tata Cara Itikaf di Masjid, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

  1. Khabbab bin Al-Aratt

Khabbab bin Al-Aratt termasuk sahabat Nabi yang memeluk Islam pada periode awal. Saat itu, ia masih berstatus sebagai budak, sehingga keputusannya menjadi Muslim membuatnya mengalami siksaan berat dari majikannya.

Ia pernah dipukul, diseret di atas batu panas, hingga tubuhnya dibakar. Meski mengalami penderitaan luar biasa, Khabbab tetap teguh mempertahankan keimanannya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Selain dikenal sabar menghadapi ujian, Khabbab juga berperan sebagai pengajar Alquran pada masa awal Islam. Bahkan, ia pernah mengajarkan bacaan Alquran kepada Umar bin Khattab sebelum Umar memeluk Islam.

  1. Mus’ab bin Umair

Sebelum memeluk Islam, Mus’ab bin Umair dikenal sebagai pemuda Quraisy yang hidup dalam kemewahan. Ia tampan, kaya, dan berasal dari keluarga terpandang.

Baca Juga: Perbedaan Jadwal Nuzulul Quran 2026 di Indonesia, Simak Penjelasannya

Namun setelah mengenal ajaran Nabi Muhammad SAW, Mus’ab memilih meninggalkan segala kenyamanan tersebut demi mempertahankan imannya. Keputusan ini membuat ibunya menentang keras hingga memutus hubungan dengannya.

Harta dan fasilitas yang dulu dimilikinya dicabut, bahkan ia diusir dari rumah. Meski demikian, Mus’ab tetap teguh pada keyakinannya.

Kepercayaan Rasulullah kepadanya terlihat ketika ia diutus menjadi duta pertama Islam ke Yatsrib (Madinah). Melalui dakwahnya, banyak tokoh penting di kota tersebut memeluk Islam, yang kemudian menjadi dasar kuat bagi perkembangan Islam setelah peristiwa hijrah.

Mus’ab akhirnya gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud. Saat wafat, ia hanya memiliki sehelai kain yang bahkan hampir tidak cukup untuk menutupi tubuhnya.

  1. Arwa binti Abdul Muthalib

Arwa binti Abdul Muthalib merupakan bibi Nabi Muhammad SAW yang juga termasuk sahabat beliau. Meski jarang dibahas, sosoknya dikenal sebagai perempuan yang berani dan tegas dalam membela Islam.

Di tengah budaya Jahiliyah yang sering memandang perempuan sebagai sosok lemah, Arwa justru tampil sebagai figur yang mendukung perjuangan dakwah Rasulullah secara terbuka.

Baca Juga: 5 Menu Makanan Buka Puasa Khas di Berbagai Negara

Ia tidak ragu berdiri di belakang Nabi ketika menghadapi berbagai penentangan dari kaum Quraisy. Selain berani, Arwa juga dikenal bijaksana dalam memberikan nasihat serta dukungan kepada orang-orang di sekitarnya.

  1. Abu Lubabah

Abu Lubabah bin Abdul Munzir dikenal karena kisah taubatnya yang sangat mengharukan. Ia pernah merasa melakukan kesalahan besar yang dianggapnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah Rasulullah.

Sebagai bentuk penyesalan mendalam, Abu Lubabah mengikat dirinya di tiang masjid dan bersumpah tidak akan melepaskan ikatan tersebut hingga Allah menerima taubatnya.

Selama beberapa hari, ia bertahan dalam kondisi tersebut, menahan lapar dan haus sebagai bentuk kesungguhan dalam memohon ampunan.

Kisah ini menjadi pelajaran penting bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, namun pintu taubat selalu terbuka bagi mereka yang benar-benar ingin memperbaiki diri.

  1. Nusaibah binti Ka’ab

Nusaibah binti Ka’ab, yang dikenal dengan julukan Ummu ‘Ammarah, merupakan salah satu sahabat perempuan yang terkenal karena keberaniannya di medan perang.

Dalam Perang Uhud, ia tidak hanya bertugas sebagai perawat atau penyedia logistik seperti kebanyakan perempuan pada masa itu. Nusaibah justru berada di garis depan untuk melindungi Nabi Muhammad SAW.

Ketika pasukan Muslim sempat kacau akibat serangan musuh, ia mengangkat pedang dan berjuang mempertahankan Rasulullah.

Dalam pertempuran tersebut, tubuhnya mengalami lebih dari sepuluh luka. Meski terluka parah, ia tetap bertahan demi menjaga keselamatan Nabi.

  1. Abdullah bin Mas’ud

Abdullah bin Mas’ud dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi yang memiliki pengetahuan agama sangat mendalam. Meski bertubuh kecil dan kurus, ia memiliki keberanian yang luar biasa.

Ia menjadi orang pertama yang secara terbuka membacakan ayat-ayat Alquran dengan suara lantang di depan Ka’bah. Tindakannya itu memicu kemarahan kaum Quraisy hingga ia dipukuli.

Namun kejadian tersebut tidak membuatnya mundur. Abdullah bin Mas’ud tetap teguh dalam menyampaikan ajaran Islam.

Selain keberaniannya, ia juga dikenal sebagai sahabat yang paling memahami makna dan tafsir Alquran.

  1. Hanzalah bin Abi Amir

Hanzalah bin Abi Amir dikenal dengan julukan Ghasilul Malaikah, yang berarti “orang yang dimandikan oleh para malaikat”.

Julukan ini muncul karena Rasulullah SAW mengabarkan bahwa setelah wafat, jasad Hanzalah dimandikan oleh para malaikat sebagai bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepadanya.

Kisahnya sangat menyentuh karena terjadi tak lama setelah ia menikah. Sehari setelah pernikahannya, Hanzalah mendengar panggilan untuk berperang bersama Rasulullah.

Tanpa ragu, ia meninggalkan kehidupan barunya demi memenuhi panggilan jihad di jalan Allah. Dalam pertempuran tersebut, ia gugur sebagai syahid.

Pengorbanannya menjadi teladan tentang keikhlasan dan kecintaan seorang Muslim kepada Allah dan Rasul-Nya, bahkan melebihi kepentingan pribadinya.


Berita Terkait


News Update