Kemudian dari arah Subang melalui Lembang menuju Kota Cimahi dan Bandung hingga wilayah Priangan seperti Garut dan Tasikmalaya.
"Itu jalur-jalur yang tentunya harus kita amankan. Semata-mata untuk memberikan rasa aman kepada para pemudik. Kami juga bekerja sama dengan stakeholder terkait dari pemerintah daerah," ujarnya.
Polisi memprediksi arus mudik yang melintasi wilayah hukum Polres Cimahi mulai terjadi pada 14-15 Maret 2026. Lonjakan tersebut dipicu kebijakan work from anywhere (WFA) bagi sebagian pekerja di Jakarta. Selain itu, gelombang kedua arus mudik diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026 yang bertepatan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Baca Juga: Sosok: Bripka Ahmad Arifin, Dari Driver Kapolres hingga Satresnarkoba
“Mudik fase pertama diperkirakan mulai besok. Mengingat pada Senin dan Selasa sudah diberlakukan WFA bagi sebagian besar pekerja di Jakarta, sehingga kemungkinan arus mudik mulai terlihat sejak Jumat sore atau Sabtu pagi,” kata Niko.
Berdasarkan evaluasi mudik tahun 2025, polisi juga telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot yang membutuhkan perhatian khusus.
Tiga titik yang diprediksi rawan kepadatan kendaraan yakni kawasan Pasar Tagog Apu, Simpang Cimareme, dan Simpang Beatrik.
"Itu tiga trouble spot yang perlu konsentrasi. Untuk wilayah Cimahi sendiri lebih kepada kemunculan pasar kaget, bukan pasar tumpah," ungkapnya. (gat)
