POSKOTA.CO.ID - Perkembangan teknologi otomotif membawa pilihan mobilitas yang semakin beragam.
Kini, selain mobil konvensional berbahan bakar bensin, mobil listrik (EV) menjadi opsi populer berkat efisiensi dan ramah lingkungan.
Namun, bagi pengguna yang sering menempuh jarak jauh seperti mudik Lebaran, road trip lintas pulau, atau touring ke daerah terpencil pertanyaan klasik muncul: mobil listrik atau bensin yang lebih baik?
Faktor penentu bukan hanya soal hemat bahan bakar, melainkan kepraktisan, keamanan, dan kesiapan infrastruktur di Tanah Air.
Baca Juga: Asosiasi Honda Jakarta Rayakan HUT ke-17, Perkuat Solidaritas Komunitas
Tantangan seperti kondisi jalan yang beragam, distribusi stasiun pengisian yang belum merata, serta cuaca ekstrem membuat perbandingan ini semakin relevan di tahun 2026.
Perbandingan Mobil Listrik dan Bensin: Kelebihan serta Kekurangan

Setiap jenis kendaraan memiliki karakteristik unik. Berikut analisis mendalam berdasarkan aspek krusial untuk perjalanan jarak jauh:
- Jangkauan Tempuh (Range)
Mobil listrik populer di Indonesia seperti Hyundai Ioniq 5 (hingga 481 km), BYD Atto 3 (400-500 km), atau model premium lainnya rata-rata menawarkan jarak tempuh 300–500 km per pengisian penuh. Penggunaan AC intensif atau beban berat bisa mengurangi range signifikan.
Sebaliknya, mobil bensin dengan tangki standar (sekitar 45–60 liter) mampu menempuh 600–900 km, tergantung efisiensi mesin dan kondisi jalan cukup untuk perjalanan antarprovinsi tanpa sering berhenti isi ulang.
Pemenang: Mobil bensin untuk fleksibilitas jarak jauh tanpa kekhawatiran kehabisan daya.
Baca Juga: Volvo ES90 Resmi Meluncur di Indonesia, Jarak Tempuh 661 Km
- Infrastruktur Pengisian dan Pengisian Ulang
