51 Tahun Yanto Jahit Asa untuk Hidupi Keluarga

Kamis 12 Mar 2026, 08:07 WIB
Yanto, 64 tahun, tukang reparasi sol sepatu, melayani pelanggan di lapaknya, Pasar Depok Lama, Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu, 11 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

Yanto, 64 tahun, tukang reparasi sol sepatu, melayani pelanggan di lapaknya, Pasar Depok Lama, Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu, 11 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Di sudut Pasar Depok Lama, suara ketukan palu kecil sesekali terdengar dari sebuah lapak sederhana. Di sana, Yanto, 64 tahun, memperbaiki sol sepatu pelanggan.

Tangannya yang mulai keriput tetap cekatan menata lem, benang, dan potongan karet. Profesi yang ia jalani sejak remaja itu telah menemaninya selama lebih dari setengah abad.

Pria asal Garut, Jawa Barat, tersebut telah mengabdikan 51 tahun hidupnya sebagai tukang reparasi sol sepatu. Dari pekerjaan sederhana itulah ia mampu membesarkan enam anak hingga kini semuanya telah berkeluarga dan memberinya 11 orang cucu Yanto mengisahkan, ia mulai menekuni pekerjaan ini sejak 1975.

Saat itu, ia masih remaja dan bekerja sebagai tukang sol sepatu keliling dari satu tempat ke tempat lain.

Baca Juga: Masjid Lautze jadi Pintu Hidayah di Jakarta

“Awalnya sol sepatu keliling. Sampai akhirnya setelah berkeluarga dan pindah ke Depok, saya bisa membuka lapak sendiri di Pasar Depok Lama,” kata Yanto saat ditemui di lapaknya di Pasar Depok Lama, Jalan Dewi Sartika, Plenongan, Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu, 11 Maret 2026.

Bersama istrinya, Eti Nurhayati, 56 tahun, Yanto membesarkan enam anak yang terdiri dari lima lakilaki dan satu perempuan. Dari hasil memperbaiki sepatu yang tampak sederhana itu, kebutuhan keluarga mereka perlahan dapat terpenuhi.

“Alhamdulillah, dari sol sepatu bisa menghidupi keluarga. Anak-anak sudah besar dan sekarang semuanya sudah berkeluarga. Saya juga sudah punya 11 cucu," ungkapnya dengan senyum tipis.

Kemampuan memperbaiki sepatu tersebut ia peroleh secara turun-temurun dari orang tuanya. Keahlian itu kemudian menjadi satu-satunya sumber penghidupan yang ia tekuni sepanjang hidup.

Baca Juga: Iptu Ero Budiawan, Andalkan Kerja Kolektif

Yanto mulai menetap di Depok sejak 2006. Sebelum memiliki lapak tetap, ia sempat kembali menjalani pekerjaan sebagai tukang sol sepatu keliling di kawasan Cawang, Jakarta Timur.


Berita Terkait


News Update