Beberapa jalur alternatif di wilayah utara Jawa Barat yang dapat dimanfaatkan pemudik antara lain:
- Sukamandi – Kalijati (22 kilometer)
- Pamanukan – Subang (31 kilometer)
- Kadipaten – Jatitujuh – Jatibarang (40,7 kilometer)
- Haurgeulis – Patrol (19 kilometer)
- Cikamurang – Jangga (35 kilometer)
- Budur – Tegalgubug – Jagapura – Mundu (32 kilometer)
- Losari – Ciledug – Cidahu – Kuningan (95 kilometer)
- Cirebon – Sumber – Rajagaluh – Majalengka (32 kilometer)
2. Jalur Alternatif Wilayah Tengah Jawa Barat
Di wilayah tengah Jawa Barat, terdapat empat jalur alternatif yang dapat dilalui pemudik:
- Subang – Lembang – Bandung (41 kilometer)
- Sumedang – Jalan Cagak – Wanayasa – Purwakarta (85 kilometer)
- Talaga – Bantarujeg – Wado – Sumedang (79 kilometer)
- Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten (45 kilometer)
3. Jalur Alternatif Wilayah Selatan Jawa Barat
Sementara itu, pemudik yang melintasi wilayah selatan Jawa Barat juga dapat menggunakan beberapa jalur berikut:
- Garut – Banyuresmi – Leuwigoong – Kadungora – Cijapati – Majalaya – Bandung (78 kilometer)
- Sasak Beusi – Cibatu – Leles (19 kilometer)
- Banjar – Manonjaya – Tasikmalaya (44 kilometer)
- Malangbong – Wado (15 kilometer)
- Parakan Muncang – Warung Simpang (9 kilometer)
Baca Juga: Pemprov DKI Tambah 709 Bus untuk Mudik Gratis 2026, Peserta Tembus 30 Ribu
Dengan memanfaatkan jalur alternatif tersebut, pemudik diharapkan dapat menghindari kepadatan kendaraan di jalur utama dan perjalanan menuju kampung halaman bisa berlangsung lebih lancar.
Dengan memanfaatkan jalur alternatif tersebut, diharapkan perjalanan mudik Lebaran 2026 bisa berjalan lebih lancar dan pemudik dapat sampai ke kampung halaman dengan lebih aman dan nyaman.
