Amalan Utama Rasulullah SAW di 10 Hari Terakhir Ramadhan: I’tikaf, Qiyamul Lail hingga Sedekah

Rabu 11 Mar 2026, 05:17 WIB
Ilustrasi doa  i’tikaf dan qiyamul lail di masjid pada 10 malam terakhir Ramadhan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi doa i’tikaf dan qiyamul lail di masjid pada 10 malam terakhir Ramadhan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam. Pada fase akhir bulan puasa ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

Hal tersebut meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang diketahui semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah pada penghujung Ramadhan.

Dalam berbagai riwayat hadis, Rasulullah SAW menunjukkan intensitas ibadah yang lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya. Beliau menghidupkan malam dengan salat, memperbanyak zikir, serta melakukan i’tikaf di masjid.

Tradisi ini menjadi pedoman bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah demi meraih keutamaan malam penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.

Baca Juga: Apa Saja Amalan Malam Nuzulul Quran? Ini 6 Ibadah yang Dianjurkan

Meneladani Kesungguhan Ibadah Rasulullah di Akhir Ramadhan

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar, disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.

Ungkapan “mengencangkan sarung” dipahami sebagai simbol kesungguhan dalam beribadah sekaligus menjauhi hubungan suami-istri demi fokus penuh kepada Allah SWT. Sikap ini menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan momentum akhir Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak amal.

Aisyah RA meriwayatkan, “Apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah.” Hadis ini sering dijadikan landasan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah pada fase akhir Ramadhan.

Amalan Sunnah yang Dianjurkan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan berdasarkan sunnah Rasulullah SAW pada sepuluh malam terakhir Ramadhan yang dilansir dari NU Online:

1. I’tikaf di Masjid

I’tikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Rasulullah SAW secara konsisten melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tujuannya adalah mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menanti datangnya Lailatul Qadar.

2. Menghidupkan Malam dengan Qiyamul Lail

Amalan utama lainnya adalah menghidupkan malam melalui salat malam atau qiyamul lail. Ibadah ini meliputi salat Tahajud, Witir, serta berbagai doa dan munajat. Malam-malam akhir Ramadhan dianggap sebagai waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.

3. Membaca Doa Lailatul Qadar

Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dianjurkan dibaca ketika mencari Lailatul Qadar:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

4. Memperbanyak Sedekah

Kedermawanan Rasulullah SAW juga semakin meningkat pada akhir Ramadhan. Bersedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan makanan berbuka, bantuan kepada fakir miskin, hingga berbagi rezeki kepada sesama.

5. Tilawah dan Tadabbur Al-Qur’an

Membaca serta memahami makna Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Banyak umat Muslim memanfaatkan sepuluh hari terakhir untuk menuntaskan khatam Al-Qur’an atau memperdalam tadabbur ayat-ayatnya.

6. Memperbanyak Zikir dan Istighfar

Zikir seperti tasbih, tahmid, takbir, serta memperbanyak istighfar menjadi amalan yang memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

Baca Juga: Cara Membaca Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-Laki dan Perempuan, Lengkap dengan Doa dan Penjelasannya

Menjaga Kesegaran untuk Maksimalkan Ibadah

Selain meningkatkan ibadah, Rasulullah SAW juga menjaga kondisi fisik agar tetap segar saat beribadah malam. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau mandi di antara waktu Maghrib dan Isya. Kebiasaan ini membantu menjaga kebugaran sehingga ibadah malam dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW mulai dari i’tikaf, qiyamul lail, sedekah, hingga memperbanyak doa umat Muslim diharapkan dapat meraih keberkahan Ramadhan secara maksimal.

Momentum ini juga diyakini sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan ampunan serta pahala berlipat ganda, terutama jika seseorang berkesempatan meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.


Berita Terkait


News Update