Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dianjurkan dibaca ketika mencari Lailatul Qadar:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
4. Memperbanyak Sedekah
Kedermawanan Rasulullah SAW juga semakin meningkat pada akhir Ramadhan. Bersedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari memberikan makanan berbuka, bantuan kepada fakir miskin, hingga berbagi rezeki kepada sesama.
5. Tilawah dan Tadabbur Al-Qur’an
Membaca serta memahami makna Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Banyak umat Muslim memanfaatkan sepuluh hari terakhir untuk menuntaskan khatam Al-Qur’an atau memperdalam tadabbur ayat-ayatnya.
6. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Zikir seperti tasbih, tahmid, takbir, serta memperbanyak istighfar menjadi amalan yang memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Menjaga Kesegaran untuk Maksimalkan Ibadah
Selain meningkatkan ibadah, Rasulullah SAW juga menjaga kondisi fisik agar tetap segar saat beribadah malam. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau mandi di antara waktu Maghrib dan Isya. Kebiasaan ini membantu menjaga kebugaran sehingga ibadah malam dapat dilakukan dengan lebih khusyuk.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW mulai dari i’tikaf, qiyamul lail, sedekah, hingga memperbanyak doa umat Muslim diharapkan dapat meraih keberkahan Ramadhan secara maksimal.
Momentum ini juga diyakini sebagai waktu terbaik untuk mendapatkan ampunan serta pahala berlipat ganda, terutama jika seseorang berkesempatan meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
