JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman. Hal ini penting untuk mendukung percepatan pelaksanaan imunisasi dalam merespons peningkatan kasus campak di sejumlah daerah.
Berdasarkan data Kemenkes per 6 Maret 2026, tersedia sekitar 9,5 juta dosis vaksin di tingkat pusat, kemudian sekitar 6,6 juta dosis telah terdistribusi ke daerah melalui dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia menyampaikan bahwa penyediaan vaksin menjadi salah satu faktor kunci dalam pengendalian wabah campak selain kegiatan surveilans dan deteksi dini kasus.
“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi. Pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi,” ujar Rizka dalam keterangannya, Selasa, 10 Maret 2026.
Baca Juga: Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada Penularan Campak Jelang Lebaran 2026
Lebih lanjut, Rizka memastikan stok vaksin dari pusat ke daerah terus disalurkan, terutama untuk wilayah yang mengalami penurunan persediaan.
“Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun. Seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok di atas dua bulan,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya memantau distribusi dan ketersediaan vaksin secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL) yang memungkinkan pemantauan inventori hingga tingkat puskesmas.
"Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi memiliki ketersediaan vaksin yang memadai, dengan 23 provinsi memiliki stok untuk 2-5 bulan, sembilan provinsi untuk 5-7 bulan, serta enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan," ungkap Rizka.
Rizka mengatakan, stok vaksin tersebut diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi yang menjadi prioritas pengendalian campak. Ia menegaskan bahwa vaksin MR yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya.
“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian oleh Kementerian Kesehatan dan Komite Imunisasi Nasional, serta mendapatkan izin edar dari Badan POM. Artinya, vaksin tersebut telah dipastikan aman dan efektif digunakan,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil studi dan uji klinis, vaksin MR terbukti efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella.
"Penelitian menunjukkan peningkatan antibodi yang signifikan setelah pemberian vaksin, dengan tingkat seropositif mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi," ungkapnya.
Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping, Rizka menjelaskan bahwa reaksi yang muncul setelah imunisasi umumnya bersifat ringan dan sementara.
“Efek samping vaksin MR pada umumnya ringan, seperti demam ringan, kemerahan atau nyeri di tempat suntikan, serta ruam ringan. Reaksi ini biasanya hilang dalam waktu sekitar 24 jam,” kata dia.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait vaksin. Masyarakat juga diimbau mengakses informasi kesehatan dari sumber resmi, seperti kanal komunikasi Kementerian Kesehatan, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.
“Informasi yang menyebutkan bahwa vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang berfungsi merangsang sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan penyakit,” ucap Rizka.
“Pemerintah pusat dan daerah akan terus memastikan ketersediaan vaksin, kelancaran distribusi, serta pelayanan imunisasi di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam program imunisasi untuk melindungi anak-anak dari campak dan komplikasi berat yang dapat ditimbulkannya,” ujarnya. (cr-4)