Teknologi kapal otonom seperti yang dikembangkan tim Barunastra memiliki berbagai potensi pemanfaatan, mulai dari penanganan bencana, patroli keamanan laut, hingga operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR).
Dalam skenario bencana, kapal tanpa awak dapat dikirim ke wilayah berbahaya tanpa mempertaruhkan keselamatan manusia. Sistem sensor dan kecerdasan buatan memungkinkan kapal melakukan pemetaan area terdampak, mendeteksi korban, serta mengirimkan bantuan logistik secara otomatis.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Infinix Note 60 Ultra, Ini 8 Fitur Premium yang Dibawanya
Kolaborasi Lintas Disiplin Mahasiswa ITS
Kesuksesan tim Barunastra ITS tidak terlepas dari kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan berbagai program studi di ITS. Mahasiswa yang terlibat berasal dari bidang Teknik Fisika, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Sistem Perkapalan, hingga Teknik Mesin dan Transportasi Laut.
Pendekatan multidisipliner ini memungkinkan pengembangan teknologi kapal otonom yang mengintegrasikan berbagai aspek penting, mulai dari desain kapal, sistem kontrol, sensor navigasi, hingga pemrograman kecerdasan buatan.
Keberhasilan meraih gelar Grand Champion di ajang internasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan berbagai kampus teknologi kelas dunia dalam inovasi teknologi maritim.
Prestasi tim Barunastra ITS sekaligus menjadi kebanggaan nasional dan menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam mendorong kemajuan teknologi di sektor kelautan.
