IDAI Peringatkan Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Desak Percepatan Imunisasi Campak-Rubella

Selasa 10 Mar 2026, 22:17 WIB
Ilustrasi vaksinasi campak-rubella. (Sumber: Freepik/@freepik)

Ilustrasi vaksinasi campak-rubella. (Sumber: Freepik/@freepik)

Ia juga menginstruksikan seluruh dokter anak untuk memperkuat surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), terutama campak dan rubella, dengan melaporkan setiap kasus ke dinas kesehatan setempat melalui sistem measles-case based surveillance.

“Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kita memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya, aspek komunikasi dan edukasi masyarakat menjadi pilar penting dalam rekomendasi ini. IDAI mendorong seluruh tenaga kesehatan baik dokter umum maupun dokter spesialis anak yang telah mengikuti pelatihan Immunization champion untuk aktif memberikan edukasi tentang bahaya campak dan komplikasinya yang dapat berakibat fatal, baik melalui praktik sehari-hari maupun media sosial.

"Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kita memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan," tuturnya.

Piprim menyebutkan, kesadaran dan kepedulian masyarakat dibutuhkan ketika pemerintah telah menyediakan vaksin serta tenaga kesehatan.

Baca Juga: Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Campak di Jakarta, Warga Diminta Waspada Jelang Lebaran

"Mari lindungi anak-anak Indonesia dari campak. Jangan tunda imunisasi, jangan abaikan gejala, dan jangan ragu untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ada tanda-tanda penyakit. IDAI siap mendukung penuh upaya pemerintah dan masyarakat dalam memberantas campak dari Indonesia,” ujar dia.

Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Hartono Gunardi, menjelaskan pentingnya upaya mengejar ketertinggalan imunisasi pasca pandemi.

"Pandemi COVID-19 telah menyebabkan disrupti layanan imunisasi rutin yang sangat signifikan. Banyak anak yang melewatkan jadwal imunisasinya, dan ini menciptakan kantong-kantong kerentanan di berbagai daerah," kata dia.

Hartono menyampaikan, imunisasi campak rubella aman dan efektif. Isu-isu tentang keamanan vaksin yang beredar di masyarakat tidak berdasar secara ilmiah.

Baca Juga: Campak Sangat Menular, Epidemiolog Ingatkan Orang Tua Waspadai Gejala Awal pada Anak

"Vaksin MR yang digunakan di Indonesia telah melalui proses evaluasi ketat dan mendapatkan izin edar dari BPOM," tutur dia.


Berita Terkait


News Update