نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.”
5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيعِ مَا يَلْزَمُنِي نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala.”
6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (....) فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”
Waktu Penunaian Zakat Fitrah
Zakat fitrah dianjurkan untuk ditunaikan sejak awal Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Namun, waktu paling utama adalah pada malam takbiran atau menjelang salat Id.
Apabila zakat fitrah dibayarkan setelah salat Idulfitri, maka hukumnya berubah menjadi sedekah biasa dan tidak lagi dianggap sebagai zakat fitrah yang sempurna.
