Karakteristik Ya'juj dan Ma'juj dalam Riwayat Islam
Dalam sejumlah tafsir dan hadits, Ya'juj dan Ma'juj digambarkan sebagai kelompok manusia yang jumlahnya sangat banyak dan memiliki sifat yang merusak.
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa mereka dikenal karena perilaku brutal, gemar menjarah, serta tidak memiliki belas kasihan terhadap makhluk lain.
Ketika kelak keluar dari tempat terkurungnya, mereka dipercaya akan menyebar ke berbagai penjuru bumi dan menyebabkan kerusakan besar.
Meski demikian, Al-Qur'an maupun hadits tidak menjelaskan secara rinci mengenai bentuk fisik mereka. Banyak penjelasan yang berkembang berasal dari tafsir para ulama dan interpretasi sejarah.
Baca Juga: Isu Perang Dunia ke-3 Ramai Dikaitkan dengan Kiamat, Ini Penjelasan Buya Yahya
Dikaitkan dengan Tanda Besar Kiamat
Kemunculan Ya'juj dan Ma'juj juga termasuk dalam tanda-tanda besar hari kiamat dalam ajaran Islam.
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa setelah tembok yang dibangun oleh Zul-Qarnain runtuh, Ya'juj dan Ma'juj akan keluar dari tempat terisolasi dan mulai menyebar ke seluruh dunia.
Peristiwa ini diyakini terjadi pada masa menjelang akhir zaman, yakni saat kemunculan Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa AS.
Karena itulah, kisah tentang Ya'juj dan Ma'juj sering dikaitkan dengan berbagai fenomena misterius, termasuk gambar yang viral di Google Maps tersebut.
Baca Juga: 5 Keutamaan Membaca Al Quran di Bulan Ramadhan, Pahalanya Berlipat dan Jadi Penolong di Hari Kiamat
Fenomena Alam atau Hanya Ilusi Visual?

Meski ramai diperbincangkan, para ahli biasanya menjelaskan bahwa bentuk wajah pada citra satelit sering kali merupakan fenomena pareidolia, yakni kecenderungan manusia melihat pola familiar seperti wajah pada objek acak.
