Konflik Timur Tengah Kian Memanas, Menko Zulhas Tegaskan Stok Pangan Indonesia Tetap Aman

Senin 09 Mar 2026, 15:29 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan dampak konflik Timur Tengah telah diantisipasi pemerintah. Stok pangan nasional seperti beras, jagung, dan ikan dipastikan cukup dan harga tetap terjangkau. (Sumber: Instagram/@zul.hasan)

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan dampak konflik Timur Tengah telah diantisipasi pemerintah. Stok pangan nasional seperti beras, jagung, dan ikan dipastikan cukup dan harga tetap terjangkau. (Sumber: Instagram/@zul.hasan)

"Beras cukup, jagung cukup, ikan juga cukup. Banyak barang tersedia, apalagi menjelang Lebaran. Harganya juga tetap terjangkau," katanya.

Pemerintah terus memantau distribusi serta stabilitas harga agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.

Beberapa Komoditas Masih Bergantung pada Impor

Meski mayoritas pangan telah diproduksi di dalam negeri, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah komoditas yang belum dapat ditanam secara luas di Indonesia. Salah satunya adalah gandum yang menjadi bahan baku utama produksi tepung terigu.

Komoditas ini sebagian besar masih didatangkan dari negara-negara di kawasan Eropa dan Amerika. Namun, pemerintah memastikan pasokan impor tersebut tetap stabil.

"Memang ada yang tidak bisa kita tanam seperti gandum untuk terigu, yang datang dari Eropa dan Amerika. Tetapi pasokannya tetap aman," jelasnya.

Baca Juga: 2 Pelaku Usaha Daging Anjing di Kupang Tutup Usaha, Dukung Upaya Akhiri Perdagangan dan Cegah Rabies

Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Zulhas juga mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terkait ketersediaan pangan nasional. Pemerintah memastikan stok bahan makanan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Lebaran.

"Jadi tidak ada masalah untuk sektor pangan. Makanan untuk puasa dan Lebaran tersedia, stoknya banyak. Masyarakat tidak perlu khawatir," tegasnya.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis stabilitas sektor pangan nasional tetap terjaga meskipun dinamika geopolitik global terus berkembang.


Berita Terkait


News Update