JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menangani potensi banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Jadi memang seperti yang saya katakan, banjir pasti ada ketika curah hujan tinggi, tetapi pemerintah Jakarta sudah mempersiapkan diri untuk menangani banjir itu,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Pramono menilai penanganan banjir di Jakarta saat ini berlangsung lebih cepat dibandingkan beberapa daerah lain yang juga terdampak hujan deras.
Baca Juga: Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono: Pembebasan Lahan Hampir Selesai
Ia mencontohkan kondisi banjir yang sempat terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, genangan air dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat, terutama transportasi, dapat kembali berjalan normal dalam waktu singkat.
“Penanganan banjir di Jakarta dibandingkan tempat-tempat lain, seperti yang teman-teman lihat, kemarin curah hujannya tinggi sekali, tetapi hari ini belum sampai satu hari semuanya sudah normal transportasinya,” kata Pramono.
Sejumlah Titik Genangan Cepat Surut
Pramono juga menyebut beberapa titik yang sebelumnya kerap mengalami genangan cukup lama, seperti Jalan DI Panjaitan dan Daan Mogot Kilometer 13.
Namun, dalam kejadian hujan deras terbaru, genangan di lokasi tersebut dapat ditangani lebih cepat sehingga kembali dapat dilalui kendaraan.
Baca Juga: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen, Pramono Dorong Kebijakan Inklusif
“Termasuk yang di DI Panjaitan, kemudian Daan Mogot kilometer 13, dan beberapa tempat yang selama ini lama, sebenarnya kemarin sudah bisa digunakan kembali untuk transportasi,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi percepatan penanganan banjir, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan sekitar 1.200 unit pompa pengendali banjir yang tersebar di berbagai wilayah Ibu Kota.
Pompa tersebut digunakan untuk mempercepat proses pengurasan air di kawasan rawan genangan setelah hujan deras. Secara rinci, pompa yang dioperasikan terdiri dari:
- 668 unit pompa stasioner yang berada di 243 lokasi
- 536 unit pompa mobile yang ditempatkan di berbagai titik rawan banjir
Keberadaan pompa ini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam sistem pengendalian banjir Jakarta, terutama saat terjadi curah hujan tinggi. (cr-4)