Hal tersebut dimungkinkan karena Apple disebut sedang mengembangkan teknologi Face ID di bawah layar atau under-display Face ID.
Jika teknologi ini benar-benar diterapkan, sebagian komponen sensor Face ID tidak lagi terlihat di permukaan layar.
Dengan begitu, area Dynamic Island bisa diperkecil sehingga tampilan layar menjadi lebih luas dan minimalis.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi Apple selama beberapa tahun terakhir yang terus menipiskan bezel layar iPhone dari generasi ke generasi.
3. Chipset A20 Pro
Perubahan besar ketiga yang diprediksi hadir pada iPhone 18 Pro adalah peningkatan di sektor dapur pacu.
Perangkat itu disebut akan menggunakan chipset terbaru bernama Apple A20 Pro chip.
Chipset tersebut diperkirakan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer oleh TSMC.
Teknologi ini merupakan peningkatan dari proses 3 nanometer yang digunakan pada chip generasi sebelumnya.
Fabrikasi yang lebih kecil memungkinkan transistor dalam chip menjadi lebih padat. Dampaknya, performa dapat meningkat secara signifikan sekaligus meningkatkan efisiensi daya.
Bagi pengguna, peningkatan ini akan terasa dalam berbagai aspek penggunaan, mulai dari multitasking, pengolahan grafis, hingga menjalankan game berat dengan kualitas visual tinggi.
Selain itu, iPhone 18 Pro juga dirumorkan akan menghadirkan peningkatan pada sistem konektivitas melalui modem baru serta chip jaringan generasi berikutnya.
Teknologi tersebut diprediksi akan mendukung standar konektivitas terbaru seperti WiFi generasi baru, Bluetooth yang lebih efisien, serta jaringan seluler yang lebih stabil.
