Dengan variable aperture, fotografer dapat mengatur seberapa besar cahaya yang masuk ke sensor kamera. Dalam praktiknya, fitur ini memberikan dua keuntungan besar.
Pertama, saat memotret dalam kondisi minim cahaya seperti malam hari, bukaan lensa bisa dibuat lebih lebar agar lebih banyak cahaya yang masuk.
Hal ini akan meningkatkan kualitas foto low-light tanpa harus terlalu bergantung pada pemrosesan software.
Kedua, ketika mengambil foto landscape atau objek yang membutuhkan ketajaman tinggi, aperture dapat diperkecil sehingga hasil gambar menjadi lebih tajam dan detail.
Jika rumor ini benar, iPhone 18 Pro berpotensi membawa pengalaman fotografi yang lebih fleksibel dibanding generasi sebelumnya.
Meski beberapa produsen smartphone seperti Samsung sempat menghadirkan teknologi serupa pada seri Samsung Galaxy S9, fitur tersebut kemudian tidak lagi dilanjutkan pada generasi berikutnya.
Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana Apple akan mengimplementasikan variable aperture di iPhone 18 Pro dan apakah fitur ini bisa menjadi standar baru dalam fotografi smartphone.
Baca Juga: 5 Prompt AI Edit Foto Terbaik untuk Tampilan Ala iPhone: Estetik, Clean, dan Realistis
2. Dynamic Island Lebih Kecil dan Desain Layar Lebih Bersih
Perubahan besar kedua diprediksi hadir pada desain layar iPhone 18 Pro, khususnya pada fitur Dynamic Island.
Fitur ini pertama kali diperkenalkan pada iPhone 14 Pro dan menjadi salah satu identitas baru desain iPhone modern.
Dynamic Island menggabungkan kamera depan serta sensor Face ID dalam satu area interaktif yang juga berfungsi menampilkan notifikasi dan aktivitas aplikasi.
Pada iPhone 18 Pro, Dynamic Island dikabarkan akan memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding generasi sebelumnya.
