Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa.
“Rasulullah SAW melakukan i’tikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari. Pada tahun wafatnya, beliau melakukan i’tikaf selama dua puluh hari.” (HR. Al-Bukhari No. 2040)
Berdasarkan penetapan pemerintah melalui Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026.
Dengan demikian, sepuluh malam terakhir Ramadhan dimulai pada 10 Maret hingga 19 Maret 2026.
Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026.
Jika merujuk pada penetapan tersebut, maka sepuluh malam terakhir Ramadhan berlangsung mulai 9 Maret hingga 18 Maret 2026.
Perbedaan satu hari ini membuat sebagian umat Muslim memiliki jadwal i’tikaf yang sedikit berbeda, namun tetap berada dalam rentang sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Baca Juga: Apa Itu Status PTKP? Ini Arti K3, K0, TK0, HB hingga K2 yang Wajib Diketahui Pekerja
Bacaan Niat I’tikaf
Dalam Islam, setiap ibadah dimulai dengan niat, termasuk i’tikaf. Niat pada dasarnya cukup dihadirkan di dalam hati ketika seseorang memasuki masjid dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT.
Namun, sebagian ulama juga menganjurkan untuk melafalkan niat sebagai bentuk penguatan hati dalam menjalankan ibadah.
1. Niat I’tikaf Umum
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ
Nawaitu an a’takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīhi.
Artinya:
