“Aku berniat i’tikaf di masjid ini selama aku berada di dalamnya.”
Niat ini biasanya digunakan oleh seseorang yang masuk masjid dalam waktu singkat, tetapi tetap ingin mendapatkan pahala i’tikaf.
2. Niat I’tikaf Sunnah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هٰذَا الْمَسْجِدِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu al-i’tikāfa fī hādzal masjidi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat i’tikaf di masjid ini sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
Dalam kitab Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam Asy-Syafi’i, dijelaskan bahwa niat merupakan rukun utama dalam pelaksanaan i’tikaf. Tanpa niat, aktivitas berdiam diri di masjid tidak dapat dihitung sebagai ibadah i’tikaf.
Syarat Sah I’tikaf
Agar ibadah i’tikaf dinilai sah menurut syariat, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Penjelasan mengenai syarat tersebut banyak ditemukan dalam kitab-kitab fiqih klasik seperti Fathul Mu’in dan Al-Majmu’. Beberapa syarat sah i’tikaf antara lain yakni.
- Beragama Islam, karena i’tikaf merupakan ibadah yang hanya diwajibkan bagi umat Muslim.
- Berakal dan tamyiz, yakni mampu membedakan antara yang baik dan buruk.
- Suci dari hadas besar, sehingga orang yang sedang junub atau perempuan yang sedang haid tidak diperbolehkan melaksanakan i’tikaf.
- Dilakukan di masjid, karena tempat utama pelaksanaan i’tikaf adalah rumah ibadah umat Islam.
- Memiliki niat i’tikaf, sebagai bagian dari rukun ibadah tersebut.
Tata Cara Melaksanakan I’tikaf
Umat Muslim yang ingin menjalankan i’tikaf dianjurkan memahami tata cara pelaksanaannya agar ibadah tersebut dapat dilakukan dengan benar dan penuh kekhusyukan.
Berikut beberapa langkah yang dianjurkan dalam melaksanakan i’tikaf pada saat bulan Ramadhan.
1. Masuk Masjid dengan Adab yang Baik
Langkah pertama dalam melaksanakan i’tikaf adalah memasuki masjid dengan adab yang baik.
