Seorang Muslim dianjurkan membaca doa masuk masjid, menjaga sikap sopan, serta menghadirkan niat untuk beribadah.
Adab ini penting untuk menjaga kesucian dan kehormatan masjid sebagai tempat ibadah.
2. Membaca atau Menghadirkan Niat I’tikaf
Setelah berada di dalam masjid, seseorang dianjurkan menghadirkan niat i’tikaf di dalam hati.
Niat ini menjadi rukun utama dalam ibadah i’tikaf karena membedakan antara sekadar berada di masjid dengan beribadah.
Meski cukup di dalam hati, sebagian ulama juga memperbolehkan melafalkan niat sebagai bentuk penguatan tekad.
3. Mengisi Waktu dengan Berbagai Ibadah
Selama menjalankan i’tikaf, waktu sebaiknya diisi dengan berbagai aktivitas ibadah. Di antaranya membaca Al-Qur’an, berdzikir, memperbanyak doa, melaksanakan shalat sunnah, atau mengikuti kajian keislaman.
Aktivitas tersebut bertujuan meningkatkan kualitas spiritual, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan yang diyakini memiliki keutamaan besar.
4. Menghindari Aktivitas yang Tidak Perlu
Orang yang sedang i’tikaf dianjurkan menghindari kegiatan yang tidak berkaitan dengan ibadah.
Percakapan yang berlebihan, penggunaan gawai tanpa tujuan jelas, maupun aktivitas duniawi lainnya sebaiknya dibatasi agar fokus ibadah tetap terjaga.
5. Keluar Masjid Hanya Jika Ada Keperluan Mendesak
Pada dasarnya, orang yang menjalankan i’tikaf dianjurkan tetap berada di dalam masjid selama masa ibadah berlangsung.
Keluar dari masjid hanya diperbolehkan jika ada keperluan mendesak, seperti ke kamar mandi, mengambil makanan, atau kebutuhan penting lainnya.
