Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Bacaan doa yang pertama ini berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi.
Baca Juga: 5 Resep Takjil Ramadhan Lezat, Hidangan Favorit Keluarga Saat Buka Puasa
2. Bacaan doa kedua
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā, jika dibaca berjamaah).
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Sementara itu, bacaan doa kedua diambil berdasarkan hadits riwayat lima imam hadits, kecuali Imam Abu Dawud.
Amalan 10 Malam Terakhir Ramadhan
Masih mengutip dari sumber yang sama, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak dikerjakan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
1. Meningkatkan Qiyamullail
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Aisyah ra, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلِطُ الْعِشْرِينَ بِصَلَاةٍ وصَوْمٍ وَنَوْمٍ، فَإِذَا كَانَ الْعَشْرُ شَمَّرَ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya: “Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, ‘Pada 20 hari yang pertama (di bulan Ramadhan), Nabi saw biasa mengkombinasikan antara shalat, puasa dan tidurnya. Namun jika telah masuk 10 hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya (menjauhi istri-istrinya).” (HR Ahmad).
2. Mengajak Orang Lain Qiyamullail
Mengajak orang meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan sesuai dengan riwayat Aisyah ra.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya: “Jika telah datang 10 hari yang terakhir (di bulan Ramadhan), Nabi SAW mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malamnya (dengan beribadah), dan membangunkan keluarganya (untuk beribadah).” (HR Bukhari dan Muslim).
3. Memperbanyak I'tikaf
Berdiam diri di masjid atau yang lebih dikenal dengan I'tikaf sangat dianjurkan untuk dilakukan. Umat Islam dapat salat sunnah, berdzikir, dan membaca Al-Qur'an. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Aisyah.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ
