POSKOTACOID - Salah satu momen penting dan paling dinantikan umat Islam di seluruh dunia saat bulan Ramadhan adalah malam Lailatul Qadar.
Dalam QS. Al-Qadr ayat 1-5 dijelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dibandingkan dengan seribu bulan.
Hal ini lah yang membuat umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar, termasuk meraih rahmat dan ampunan Allah SWT.
Memasuki seperti akhir Ramadhan, umat Islam mulai meningkatkan ibadahnya. Sebab, pada 10 malam terakhir Ramadhan diyakini sebagai malam yang memiliki banyak keutamaan karena di antara salah satu malamnya adalah malam Lailatul Qadar.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca doa pada 10 malam terakhir Ramadhan.
Bacaan Doa 10 Hari Terakhir Ramadhan
Menghimpun dari laman NU Online, ada dua bacaan doa yang dapat dibaca oleh umat Islam pada saat 10 hari terakhir Ramadhan berdasarkan riwayat hadits dari Sayyidah Aisyah ra.
Baca Juga: Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Ramadhan 2026, Tetap Bugar Tanpa Lemas
"Dua redaksi doa malam Lailatul Qadar yang kami temukan dari dua riwayat hadits dari Sayyidah Aisyah ra. Dua redaksi ini diamalkan masyarakat di masjid-masjid di Indonesia," kata Ustadz Alhafiz Setiawan, Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU).
Berikut ini dua bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca umat muslim selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.
1. Bacaan doa pertama
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā jika dibaca berjamaah)
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf yang pemurah. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Bacaan doa yang pertama ini berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi.
Baca Juga: 5 Resep Takjil Ramadhan Lezat, Hidangan Favorit Keluarga Saat Buka Puasa
2. Bacaan doa kedua
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī (‘annā, jika dibaca berjamaah).
Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau maha pemaaf. Engkau juga menyukai maaf. Oleh karena itu, maafkanlah aku (maafkanlah kami).”
Sementara itu, bacaan doa kedua diambil berdasarkan hadits riwayat lima imam hadits, kecuali Imam Abu Dawud.
Amalan 10 Malam Terakhir Ramadhan
Masih mengutip dari sumber yang sama, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk diperbanyak dikerjakan pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
1. Meningkatkan Qiyamullail
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Aisyah ra, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلِطُ الْعِشْرِينَ بِصَلَاةٍ وصَوْمٍ وَنَوْمٍ، فَإِذَا كَانَ الْعَشْرُ شَمَّرَ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ
Artinya: “Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, ‘Pada 20 hari yang pertama (di bulan Ramadhan), Nabi saw biasa mengkombinasikan antara shalat, puasa dan tidurnya. Namun jika telah masuk 10 hari terakhir, beliau bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya (menjauhi istri-istrinya).” (HR Ahmad).
2. Mengajak Orang Lain Qiyamullail
Mengajak orang meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan sesuai dengan riwayat Aisyah ra.
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ
Artinya: “Jika telah datang 10 hari yang terakhir (di bulan Ramadhan), Nabi SAW mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malamnya (dengan beribadah), dan membangunkan keluarganya (untuk beribadah).” (HR Bukhari dan Muslim).
3. Memperbanyak I'tikaf
Berdiam diri di masjid atau yang lebih dikenal dengan I'tikaf sangat dianjurkan untuk dilakukan. Umat Islam dapat salat sunnah, berdzikir, dan membaca Al-Qur'an. Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Aisyah.
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ
Artinya: “Dari Aisyah ra, dia berkata, ‘Sesungguhnya Nabi saw beri'tikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat.’” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
4. Membersihkan Badan
Dianjurkan untuk membersihkan diri dan memakai wewangian saat beribadah, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Dalam hadits riwayat Aisyah disebutkan:
كَانَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ رَمَضَانُ قَامَ وَنَامَ فَإِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ الْمِئْزَرَ وَاجْتَنَبَ النِّسَاءَ وَاغْتَسَلَ بَيْنَ الْأَذَانَيْنِ وَجَعَلَ الْعِشَاءَ سَحُوْرًا
Artinya: “Ketika memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah bangun malam (untuk beribadah) dan juga menggunakannya untuk tidur. Begitu masuk sepuluh hari terakhir, beliau kencangkan sarung, menjauhi istri-istrinya (untuk beribadah), mandi antara dua adzan (dua waktu shalat magrib dan isya).” (RH Ibnu Abi ‘Ashim).
5. Bersungguh-sungguh Meraih Lailatul Qadar
Pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan disebutkan sebagai waktu terbaik untuk beribadah karena ada peluang mendapatkan Lailatul Qadar pada salah satu malam tersebut.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasullullah SAW bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
6. Memperbanyak Memohon Ampunan
Mendekati penghujung Ramadhan, Rasullullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk memperbanyak memohon ampunan kepada Allah SWT. Hal ini seperti riwayat Sayyidah Aisyah ra.
عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو قَالَ: تَقُولِينَ اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Dari Aisyah ra, sesungguhnya dia berkata, ‘(Aku pernah bertanya kepada Rasulullah), ‘Wahai Rasulullah, doa apa yang bisa aku baca ketika mendapati Lailatul Qadar?’ Nabi menjawab, ‘Bacalah Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa’fu ’annī (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).’” (HR Ibnu Majah).