JakPro Targetkan LRT Jakarta Fase 1B Beroperasi Agustus 2026, Uji Operasi Dimulai usai Lebaran

Sabtu 07 Mar 2026, 16:42 WIB
Ilustrasi LRT. (Sumber: Dok. LRT Jabodebek)

Ilustrasi LRT. (Sumber: Dok. LRT Jabodebek)

Dengan kajian tersebut, JakPro akan menentukan prioritas pembangunan jalur berikutnya untuk memperkuat potensi penumpang sekaligus meningkatkan kualitas transportasi publik di ibu kota.

Rencana Ekspansi ke JIS dan Halim

Iwan mengungkapkan, rencana pengembangan LRT Jakarta yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Perhubungan antara lain:

  • LRT Jakarta Fase 2A menuju Jakarta International Stadium (JIS)
  • LRT Jakarta Fase 2B menuju Halim

Baca Juga: Apakah Tarif Rp1 MRT, LRT, dan Transjakarta Masih Gratis Hari Ini? Cek Informasinya

Persetujuan untuk kedua jalur tersebut bahkan telah diberikan sejak beberapa tahun lalu. Namun, dalam kondisi ekonomi saat ini, JakPro perlu mempertimbangkan strategi pembiayaan yang lebih kreatif.

“Sebagai BUMD, kami harus memikirkan creative financing, terutama di tengah tantangan seperti pemangkasan DBH dan kondisi ekonomi global,” jelas Iwan.

Jalur LRT ke JIS Dinilai Strategis

Dalam rencana pengembangan jaringan, jalur menuju Jakarta International Stadium (JIS) dinilai memiliki potensi besar karena kawasan tersebut berkembang sebagai ikon baru di wilayah utara Jakarta.

Menurut Iwan, kehadiran LRT yang terhubung ke kawasan JIS dapat memicu pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dari pusat maupun selatan Jakarta menuju wilayah utara.

Baca Juga: Asik! Naik Transjakarta-MRT-LRT Gratis Saat Tahun Baru, Cek Jam Operasionalnya

“JIS menjadi landmark baru di sisi utara Jakarta. Dengan adanya konektivitas LRT, mobilitas warga dari pusat maupun selatan menuju utara bisa jauh lebih cepat,” katanya.

Meski demikian, JakPro masih terus melakukan kajian agar keputusan pembangunan jaringan LRT berikutnya benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Iwan menegaskan bahwa tujuan utama pengembangan LRT Jakarta adalah menciptakan sistem transportasi terintegrasiyang mampu meningkatkan kemudahan mobilitas warga ibu kota.

“Basisnya adalah bagaimana jaringan ini terkoneksi dengan transportasi lain sehingga mobilitas warga Jakarta menjadi lebih mudah dan lebih terlayani,” ujarnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update