Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menunjukkan fluktuasi pasar saham di Jakarta. Sejumlah saham tetap mencatat kenaikan signifikan meski IHSG melemah dalam perdagangan sepekan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

EKONOMI

IHSG Anjlok 7,89 Persen Sepekan, Ini 10 Saham Top Gainers yang Tetap Melonjak di Bursa

Sabtu 07 Mar 2026, 19:41 WIB

POSKOTA.CO.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup tajam sepanjang perdagangan 2–6 Maret 2026. Di tengah pelemahan pasar saham secara keseluruhan, sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga signifikan dan masuk daftar top gainers pekan ini.

Melansir dari data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG turun 7,89 persen ke level 7.585,68 pada penutupan pekan. Pada pekan sebelumnya, indeks acuan pasar modal Indonesia itu masih berada di posisi 8.235,48.

Penurunan tajam tersebut juga diikuti penyusutan kapitalisasi pasar. Nilai kapitalisasi saham di BEI turun 7,85 persen menjadi sekitar Rp13.627 triliun, dari posisi pekan sebelumnya yang mencapai Rp14.787 triliun.

Meski pasar berada dalam tekanan, beberapa saham tetap mencatat kinerja positif dengan kenaikan harga signifikan selama sepekan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Pajak THR Berlaku Adil, Ini Penjelasan untuk Karyawan Swasta dan ASN

IHSG Tertekan, Hampir Semua Sektor Saham Melemah

Koreksi IHSG pada pekan pertama Maret 2026 terjadi seiring pelemahan di hampir seluruh sektor saham. Penurunan paling dalam dialami sektor consumer cyclicals atau konsumsi siklikal.

Berikut rincian pelemahan sejumlah sektor saham di BEI:

Koreksi tersebut menandakan tekanan pasar terjadi secara luas dan tidak hanya pada sektor tertentu.

10 Saham Top Gainers di Tengah Koreksi IHSG

Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencatat lonjakan harga signifikan. Kenaikan ini menjadikan mereka sebagai top gainers dalam perdagangan sepekan di BEI.

1. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

Saham IFSH mencatat kenaikan paling tinggi selama sepekan. Harga sahamnya melonjak 81,56 persen menjadi Rp3.250 per saham, dari posisi Rp1.790 pada pekan sebelumnya.

2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)

Saham ESSA menguat 19,38 persen menjadi Rp770 per saham, dibandingkan Rp645 per saham pada pekan sebelumnya.

3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Emiten sektor energi ini mencatat kenaikan 18,44 persen menjadi Rp26.975 per saham, dari Rp22.775 per saham.

4. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)

Saham ALKA naik 15,79 persen menjadi Rp660 per saham, dari posisi Rp570 per saham pada pekan sebelumnya.

5. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP)

Saham MKAP menguat 15,52 persen menjadi Rp1.005 per saham, naik dari Rp870 per saham.

Daftar Top Gainers Lainnya di BEI

Selain lima saham tersebut, terdapat sejumlah emiten lain yang juga mencatat kenaikan harga signifikan selama sepekan.

6. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

Saham PTBA naik 14,62 persen menjadi Rp2.980 per saham, dari Rp2.600 per saham.

7. PT Koka Indonesia Tbk (KOKA)

Harga saham KOKA melonjak 14,04 persen menjadi Rp260 per saham, dari Rp228 per saham.

8. PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI)

Saham BBSI juga mencatat penguatan sekitar 14 persen selama sepekan, mengikuti tren kenaikan pada sektor perbankan tertentu.

9. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)

Saham SMMT naik 12,44 persen menjadi Rp1.265 per saham, dari Rp1.125 per saham pada pekan sebelumnya.

10. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)

Saham SGRO menguat 12,08 persen menjadi Rp6.725 per saham, dari posisi Rp6.000 per saham.

Sentimen Global Masih Bayangi Pergerakan IHSG

Sebelumnya, pergerakan IHSG pada pekan 23–27 Februari 2026 juga sempat melemah meski dalam skala lebih kecil. Kala itu, indeks turun 0,44 persen menjadi 8.235,48.

Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksano, menilai pelemahan IHSG dipicu oleh sejumlah sentimen eksternal yang memengaruhi kepercayaan investor.

Menurut Herditya, tekanan jual meningkat seiring ketidakpastian global.

“IHSG melemah dan disertai munculnya tekanan jual, sementara pergerakannya juga belum mampu menembus moving average (MA) 20 harian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor utama yang memicu koreksi pasar saham.

Pertama, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar global. Kedua, ketidakpastian terkait kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arus perdagangan dunia.

Selain itu, lonjakan harga emas global juga menjadi indikasi meningkatnya sikap risk-off dari investor.

“Kekhawatiran investor meningkat sehingga mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas,” kata Herditya.

Ia juga menambahkan bahwa peringatan dari S&P Global Ratings mengenai risiko fiskal Indonesia turut menjadi perhatian pelaku pasar.

Aktivitas Perdagangan Saham Masih Tinggi

Meski IHSG mengalami koreksi, aktivitas perdagangan di BEI masih relatif aktif. Data menunjukkan rata-rata frekuensi transaksi harian turun 3,72 persen menjadi sekitar 2,95 juta transaksi, dibandingkan 3,06 juta transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sekitar Rp4,90 triliun sepanjang sepekan. Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat pembelian bersih sekitar Rp2,07 triliun.

Di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian justru meningkat 25,35 persen menjadi Rp29,52 triliun, dari sebelumnya Rp23,89 triliun.

Volume perdagangan juga meningkat. Rata-rata volume transaksi harian mencapai 51,02 miliar saham, naik dari 47 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: THR Swasta 2026 Kena Pajak, Berapa Besar Potongannya?

Prospek Pasar Saham

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG mengalami koreksi tajam, peluang keuntungan masih terbuka pada saham-saham tertentu yang mampu menarik minat investor.

Pergerakan pasar ke depan diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, arah kebijakan ekonomi internasional, serta dinamika geopolitik.

Investor pun diimbau untuk tetap mencermati fundamental emiten dan perkembangan makroekonomi sebelum mengambil keputusan investasi di pasar saham.

Tags:
IHSG Maret 2026saham energi Indonesiapergerakan IHSG Maret 2026saham Indonesia hari inidaftar saham top gainerssaham naik tertinggiIHSG sepekan 2026

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor