Dalam kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam atau waktu Maghrib, bukan tengah malam seperti kalender Masehi. Oleh karena itu, malam Ramadhan selalu dimulai lebih dulu sebelum tanggal hijriah berikutnya.
Apakah 7 Maret 2026 Termasuk Malam Lailatul Qadar?
Jika melihat posisi tanggal di atas, maka Jumat malam 7 Maret 2026 bukanlah malam Lailatul Qadar.
Hal ini karena malam tersebut masih berada pada fase pertengahan Ramadhan, yakni malam ke-17 atau malam ke-18. Sementara itu, berdasarkan hadis sahih, Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menjadi pedoman utama umat Islam untuk meningkatkan ibadah khususnya pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.
Karena itu, secara syariat dan perhitungan kalender Hijriah, malam 6 Maret 2026 belum memasuki periode tersebut.
Malam 17 Ramadhan: Momentum Nuzulul Qur'an
Walaupun bukan malam Lailatul Qadar, malam 17 Ramadhan memiliki makna penting dalam sejarah Islam. Banyak umat Muslim di Indonesia memperingatinya sebagai Nuzulul Qur’an, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Peringatan ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti:
- kajian Al-Qur’an
- salat malam berjamaah
- ceramah tentang sejarah wahyu
- tilawah Al-Qur’an
Momentum ini juga sering dijadikan pengingat agar umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an di bulan Ramadhan.
Perkiraan Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2026
Untuk membantu umat Islam mempersiapkan ibadah lebih maksimal, berikut perkiraan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan 1447 H.
