Tren Mudik 2026, Kendaraan Pribadi Dominasi Perjalanan Lebaran

Kamis 05 Mar 2026, 14:21 WIB
Kendaraan pribadi masih mendominasi perjalan lebaran. (Sumber: Pinterest)

Kendaraan pribadi masih mendominasi perjalan lebaran. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Mudik 2026 diprediksi kembali dipadati kendaraan pribadi.

Survei terbaru dari YouGov menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia masih mengandalkan mobil dan motor pribadi untuk pulang kampung.

Fleksibilitas waktu, kebebasan menentukan rute, serta kenyamanan bepergian bersama keluarga menjadi alasan utama dominasi kendaraan pribadi dalam arus mudik tahun ini.

Dilansir dari laman resmi goodstats pada Kamis, 5 Maret 2026. Berikut kendaraan yang masih menjadi andalan di Mudik 2026.

Baca Juga: Siapa Suami Magisha Afryea Thohir? Ini Sosok Pasangan Putri Erick Thohir yang Resmi Menikah

Mobil Pribadi Paling Populer

Ilustrasi. Mobil pribadi paling populer. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 37 persen responden memilih menggunakan mobil pribadi untuk mudik 2026.

Angka ini menempatkan mobil sebagai moda transportasi paling diminati.

Mobil dinilai lebih praktis karena memungkinkan pemudik mengatur jadwal keberangkatan sendiri tanpa terikat waktu tertentu.

Selain itu, kapasitas bagasi yang luas dan kenyamanan perjalanan jarak jauh menjadi nilai tambah, terutama bagi keluarga yang membawa banyak barang.

Baca Juga: Ojol Bakal Dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Bayar 50 Persen Iuran

Motor Jadi Alternatif Ekonomis

Di posisi kedua, 24 persen responden menyatakan akan menggunakan sepeda motor pribadi.

Moda ini umumnya dipilih untuk perjalanan jarak dekat hingga menengah, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Meski memiliki risiko lebih tinggi terhadap faktor cuaca dan kelelahan pengendara, motor tetap diminati karena biaya operasional yang lebih hemat dan aksesibilitas yang fleksibel di jalur-jalur non-tol.

Transportasi Umum Masih Diminati

Sementara kendaraan pribadi mendominasi, transportasi umum darat tetap memiliki pangsa pasar signifikan. Bus dipilih oleh 11 persen responden, sedangkan kereta api dipilih 10 persen.

Baca Juga: Profil Harjo Sutanto Pendiri Wings Group yang Wafat di Usia 102 Tahun

Kereta api masih menjadi opsi favorit di jalur padat berkat ketepatan waktu dan minim hambatan kemacetan.

Di sisi lain, bus unggul dalam jangkauan rute hingga ke kota-kota kecil yang belum terlayani jalur rel.

Untuk perjalanan antar pulau, 8 persen responden memilih pesawat terbang. Meski tarifnya relatif lebih tinggi, moda ini unggul dalam efisiensi waktu tempuh, terutama bagi pemudik dari dan menuju luar Pulau Jawa.

Kendaraan Sewa dan Moda Lainnya

Sebanyak 6 persen responden memilih menggunakan mobil sewaan.

Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan fleksibilitas kendaraan tanpa harus memiliki mobil pribadi.

Sementara itu, travel atau minibus serta kapal laut masing-masing dipilih oleh 2 persen responden.

Adapun Whoosh atau kereta cepat yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China baru dipilih 1 persen responden, kemungkinan karena keterbatasan rute yang saat ini masih melayani koridor tertentu.

Baca Juga: Jumlah Pemudik Berkurang Indikasi Daya Beli Lemah, Ekonom Sarankan Stimulus 3 Sektor Ini

Potensi Kepadatan Lalu Lintas

Data ini menegaskan bahwa arus mudik 2026 berpotensi kembali didominasi kendaraan pribadi.

Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan kepadatan di ruas tol dan jalan arteri utama, terutama menjelang dan sesudah Hari Raya.

Meski demikian, transportasi publik tetap menjadi penopang penting mobilitas nasional, khususnya bagi masyarakat yang mengutamakan efisiensi biaya dan kenyamanan tanpa harus menyetir sendiri.

Survei YouGov ini dilakukan pada November 2025 melalui kuesioner daring terhadap 2.012 responden dewasa di Indonesia.

Sampel dipilih berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kelas sosial ekonomi guna merepresentasikan populasi secara menyeluruh.


Berita Terkait


News Update