Moda ini umumnya dipilih untuk perjalanan jarak dekat hingga menengah, khususnya di wilayah Pulau Jawa.
Meski memiliki risiko lebih tinggi terhadap faktor cuaca dan kelelahan pengendara, motor tetap diminati karena biaya operasional yang lebih hemat dan aksesibilitas yang fleksibel di jalur-jalur non-tol.
Transportasi Umum Masih Diminati
Sementara kendaraan pribadi mendominasi, transportasi umum darat tetap memiliki pangsa pasar signifikan. Bus dipilih oleh 11 persen responden, sedangkan kereta api dipilih 10 persen.
Baca Juga: Profil Harjo Sutanto Pendiri Wings Group yang Wafat di Usia 102 Tahun
Kereta api masih menjadi opsi favorit di jalur padat berkat ketepatan waktu dan minim hambatan kemacetan.
Di sisi lain, bus unggul dalam jangkauan rute hingga ke kota-kota kecil yang belum terlayani jalur rel.
Untuk perjalanan antar pulau, 8 persen responden memilih pesawat terbang. Meski tarifnya relatif lebih tinggi, moda ini unggul dalam efisiensi waktu tempuh, terutama bagi pemudik dari dan menuju luar Pulau Jawa.
Kendaraan Sewa dan Moda Lainnya
Sebanyak 6 persen responden memilih menggunakan mobil sewaan.
Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan akan fleksibilitas kendaraan tanpa harus memiliki mobil pribadi.
Sementara itu, travel atau minibus serta kapal laut masing-masing dipilih oleh 2 persen responden.
Adapun Whoosh atau kereta cepat yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China baru dipilih 1 persen responden, kemungkinan karena keterbatasan rute yang saat ini masih melayani koridor tertentu.
Baca Juga: Jumlah Pemudik Berkurang Indikasi Daya Beli Lemah, Ekonom Sarankan Stimulus 3 Sektor Ini
