JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Lebaran identik dengan tradisi saling berbagi dan mempererat hubungan silaturahmi. Salah satu kebiasaan yang masih banyak dilakukan masyarakat adalah memberikan parcel Lebaran kepada keluarga, kerabat, maupun rekan kerja.
Parcel biasanya berisi berbagai produk makanan, seperti kue kering, minuman, hingga perlengkapan rumah tangga. Paket tersebut kerap dijadikan sebagai bentuk perhatian sekaligus ucapan selamat merayakan Hari Raya Idulfitri.
Menjelang Lebaran, permintaan parcel umumnya mengalami peningkatan cukup signifikan. Berbagai toko, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menawarkan beragam pilihan parcel dengan desain kemasan yang menarik.
Pilihan parcel yang tersedia pun beragam, mulai dari paket sederhana dengan isi makanan ringan hingga paket premium yang disusun secara eksklusif. Beberapa di antaranya dikemas menggunakan keranjang rotan, kotak kayu, atau hampers modern yang terlihat lebih elegan.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar 2026 Kapan? Ini Prediksi Versi Pemerintah
Selain menjadi simbol kebersamaan, tradisi berbagi parcel Lebaran juga memberikan dampak positif bagi perekonomian.
Banyak pelaku UMKM memanfaatkan momentum ini untuk memasarkan berbagai produk khas Lebaran, seperti kue kering, sirup, camilan, maupun produk makanan lainnya yang dikemas dalam bentuk parcel.
Harga Parcel Lebaran Bervariasi

Minat masyarakat yang tinggi membeli parcel lebaran seperti terlihat di toko Kibo Parsel, Pasar Kembang Cikini, Jakarta Pusat yang sudah berjualan sejak tahun 2014.
Salah satu karyawan toko, Fadilah, 25 tahun mengatakan, tersedia berbagai pilihan parcel yang ditawarkan dengan rentang harga mulai ratusan ribu hingga paling mahal jutaan rupiah. Harga parcel lebaran ini cukup variatif, sehingga bisa dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Bandung dan Sekitarnya Hari Ini 5 Maret 2026, Adzan Maghrib Jam Berapa?
“Yang paling murah ada di harga Rp198 ribu, yang paling mahal ada di harga Rp1.998.000,” ujar Fadilah saat ditemui Poskota, Kamis, 5 Maret 2026.
Fadilah menyebut, perbedaan harga tersebut ditentukan oleh isi dan jenis perlengkapan parcel. Biasanya, parcel yang lebih murah berisi kue dan perlengkapan sederhana, sedangkan paket premium dilengkapi berbagai perlengkapan makanan.
“Kalau yang murah itu biasanya tableware-nya ada dua, sama pakai Bagelen Holland Bakery. Kalau yang paling mahal ada kuenya Pand'or, lalu ada dinner plate, salad plate, mangkok, dan dua mug,” ucap Fadilah.
Ia mengungkapkan, pelanggan dari kalangan perusahaan biasanya memilih paket parcel lebih tinggi untuk diberikan kepada relasi atau mitra kerja.
“Kalau perusahaan biasanya pilih yang di harga Rp1,4 juta sampai Rp1,7 jutaan. Ada yang pakai keranjang rotan juga, modelnya macam-macam,” katanya.
Baca Juga: Apa Saja Keutamaan Salat Tarawih di Malam ke-16 Ramadhan?
Selain itu, meski penjualan sudah dimulai sejak awal Ramadhan, pembeli biasanya mulai memadati toko saat memasuki pertengahan Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri.
Kemudian, omzet yang didapatkan toko parcel ini per tahun cukup lumayan di kisaran puluhan juta rupiah. Namun, Fadilah mengaku masih melihat perkembangan situasi pasar.
“Tahun lalu mungkin sekitar Rp20 sampai Rp30 juta. Kalau tahun ini belum tahu juga, soalnya hujan terus. Tapi insyaallah semoga bisa sama atau bahkan lebih,” ungkap dia.
Kemudian, jika nantinya masih ada parcel yang tersisa setelah lebaran, barang yang masih layak akan disimpan untuk momen perayaan lainnya.
“Kalau masih sisa biasanya ditaruh di gudang, atau dipakai lagi untuk momen lain seperti Imlek atau Natal. Bisa juga nanti disusun lagi jadi parcel,” ungkap dia.
Penjualan Parcel Diprediksi Meningkat Jelang Lebaran
Hal serupa juga disampaikan pedagang parcel lainnya, Dede. Ia menyebut penjualan sejak awal Ramadhan masih sepi, namun dipastikan meningkat jelang lebaran nanti.
“Awal-awal puasa kaya gini pertengahan gini deh masih belum terlalu ramai. Tapi nanti hari-hari terakhir menjelang Lebaran pasti ramai,” kata Dede.
Menurutnya, ada berbagai jenis parcel dijual memiliki ukuran, model, dan isi yang berbeda-beda. Produk di dalamnya pun beragam, mulai dari perlengkapan rumah tangga hingga makanan khas Lebaran dengan harga yang bervariasi.
“Di dalam parcel biasanya ada barang pecah belah seperti gelas, piring, lalu minuman dan kue. Semua disusun dan dihias dalam wadah kardus, plastik, atau keranjang rotan supaya terlihat lebih cantik,” ujar Dede.
“Harga di sini bervariasi tergantung isi, model, dan ukuran parcelnya. Kita jual dari yang paling murah sekitar Rp200 ribu sampai Rp2 juta,” ucapnya.
Lebih lanjut, salah satu pembeli, Yulia, 36 tahun mengatakan bahwa dirinya hampir setiap tahun selalu membeli parcel di toko tersebut karena pilihan cukup banyak dan harga masih terjangkau.
“Saya memang biasanya setiap tahun beli di sini. Pilihannya banyak dan menurut saya harganya juga nggak terlalu mahal,” ujar Yulia.
Ia mengaku membeli parcel untuk diberikan kepada orang tua dan mertuanya sebagai bentuk perhatian saat Hari Raya Idulfitri.
“Ini saya beli yang sekitar Rp500 ribuan, isinya kue-kue kering. Biasanya buat orang tua sama mertua,” kata Yulia.
“Biasanya beli dua, tapi nyicil. Sekarang beli satu, besok beli lagi tapi beda varian,” ujarnya. (cr-4)
