JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polri menaruh perhatian serius terhadap potensi cuaca ekstrem jelang arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran yang bertugas untuk menyiapkan langkah antisipasi secara matang, termasuk menyusun standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana.
“Ini tolong untuk betul-betul bisa menjadi SOP. Dengan pengalaman penanganan bencana alam Sumatera kemarin, apalagi BMKG memprediksi cuaca ekstrem masih terjadi hingga Maret 2026," kata Listyo, Kamis, 5 Maret 2026.
Listyo menekankan pentingnya kesiapan aparat mengingat Indonesia termasuk negara yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Penanganan bencana harus dipersiapkan sejak tahap sebelum kejadian hingga proses pemulihan setelah bencana.
Baca Juga: Laporan Dugaan Kekerasan Psikis Anak Mandek, Ibu Korban Minta Kapolri Turun Tangan
“Terkait dengan SOP penanganan bencana, tolong untuk rekan-rekan betul-betul kuasai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho meminta seluruh anggota menjalankan tugas secara maksimal sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam menghadapi Operasi Ketupat 2026.
Menurutnya, persiapan Operasi Ketupat menjadi tanggung jawab bersama seluruh personel Polri, baik secara pribadi maupun dalam kapasitas kedinasan.
“Agenda besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Korlantas, dalam rangka mempersiapkan Operasi Ketupat, masing-masing anggota secara pribadi dan kedinasan untuk bisa mengikuti rangkaian kegiatan-kegiatan persiapan,” ucapnya.
Baca Juga: Bendera Merah Iran Berkibar, Kapolri Perintahkan Densus 88 Perkuat Deteksi Dini
Selain itu, Agus juga menegaskan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik, tetapi juga mencakup pengamanan selama bulan Ramadan. Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri menyiapkan sebanyak 317.664 personel untuk pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran.
"Nani ada sekitar 72 ribu personel tambahan dari berbagai pemangku kepentingan turut dilibatkan dalam operasi," tuturnya.
Agus menjelaskan, pengamanan juga difokuskan pada 185.544 lokasi strategis, di antaranya 618 terminal, 268 stasiun kereta api, 562 pelabuhan, 182 bandara.
Kemudian, sebanyak 2.962 pusat perbelanjaan, 4.640 tempat wisata, 121.796 masjid, serta sekitar 54 ribu lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri. 2.756 pos Operasi Ketupat disebar di berbagai wilayah, terdiri atas 784 pos pelayanan, 1.629 pos pengamanan, dan 343 pos terpadu.
"Puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-25 Maret serta 28-29 Maret 2026," pungkasnya.
