POSKOTA.CO.ID - Ramadhan selalu menghadirkan atmosfer berbeda. Masjid-masjid lebih ramai, lantunan ayat suci terdengar syahdu, dan hati terasa lebih lembut.
Salah satu ibadah yang paling dinantikan umat Islam adalah shalat Tarawih, ibadah malam yang hanya hadir di bulan suci.
Namun, seberapa besar sebenarnya pahala shalat Tarawih di bulan Ramadhan?
Dilansir dari laman resmi rumah zakat pada Rabu, 4 Maret 2026. Berikut ulasan lengkapnya.
Baca Juga: Batas Sahur yang Benar Menurut Islam: Imsak atau Azan Subuh? Ini Penjelasannya
Ampunan Dosa bagi yang Menghidupkan Ramadhan

Shalat Tarawih termasuk dalam rangkaian qiyam Ramadhan. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menghidupkan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Hadis ini menegaskan bahwa Tarawih yang dilakukan dengan iman dan penuh keikhlasan menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil di masa lalu.
Ini adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Pahala Berlipat Ganda di Bulan Ramadhan
Ramadhan dikenal sebagai bulan pelipatgandaan amal. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, dijelaskan bahwa amal sunnah di bulan Ramadhan bernilai seperti amal wajib di bulan lainnya. Sedangkan amal wajib dilipatgandakan hingga tujuh puluh kali lipat.
Karena Tarawih termasuk ibadah sunnah, maka nilainya sangat besar di sisi Allah. Setiap rakaatnya mengandung pahala yang tidak sedikit.
Rasulullah SAW umumnya melaksanakan sebelas rakaat termasuk witir. Sementara pada masa Umar bin Khattab, kaum muslimin melaksanakan dua puluh rakaat secara berjamaah.
Perbedaan jumlah rakaat bukanlah inti utama. Yang terpenting adalah kekhusyukan, kualitas ibadah, serta konsistensi hingga akhir Ramadhan.
Baca Juga: 5 Tips Agar Mulut Tidak Bau Saat Berpuasa dan Tetap Segar Seharian
Peluang Meraih Lailatul Qadar
Sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi fase paling istimewa karena adanya Lailatul Qadar. Dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr ayat 3 disebutkan:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.”
Seribu bulan setara lebih dari 83 tahun. Artinya, shalat Tarawih yang dilakukan bertepatan dengan malam tersebut dapat bernilai seperti ibadah selama puluhan tahun.
Karena itu, menghidupkan sepuluh malam terakhir dengan Tarawih dan ibadah lainnya menjadi strategi penting untuk memaksimalkan pahala Ramadhan.
Baca Juga: Amalan Sederhana di Ramadhan, Ustaz Khalid Basalamah: Pahalanya Bisa Berlipat Ganda
Manfaat Shalat Tarawih bagi Kesehatan Spiritual dan Fisik
Selain bernilai pahala besar, Tarawih juga memberikan dampak positif bagi jiwa dan tubuh.
Secara spiritual, lantunan ayat suci mampu menenangkan pikiran, meredakan stres, dan menghadirkan kedamaian batin.
Secara fisik, gerakan rukuk dan sujud membantu melancarkan peredaran darah serta menjaga fleksibilitas tubuh. Aktivitas ringan yang dilakukan rutin ini juga berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik.
Ibadah dan kesehatan berjalan beriringan dalam shalat Tarawih.
Tips Menjaga Konsistensi Tarawih hingga Akhir Ramadhan
Semangat beribadah biasanya tinggi di awal Ramadhan, namun mulai menurun di pertengahan bulan. Agar tetap istiqamah, berikut beberapa langkah sederhana:
- Luruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
- Tentukan target rakaat yang realistis sesuai kemampuan.
- Jaga pola istirahat dan asupan sahur agar tubuh tetap bugar.
- Pilih masjid terdekat untuk memudahkan konsistensi.
- Ingat kembali janji ampunan dan pahala besar sebagai motivasi.
- Konsistensi jauh lebih utama daripada semangat sesaat.
Shalat Tarawih menyimpan keutamaan luar biasa: ampunan dosa, pahala berlipat ganda, peluang meraih Lailatul Qadar, hingga manfaat kesehatan spiritual dan fisik.
Ibadah ini adalah investasi akhirat yang hanya hadir sekali dalam setahun.
Memaksimalkan Tarawih sepanjang Ramadhan menjadi langkah bijak agar bulan suci benar-benar membawa perubahan dan keberkahan dalam kehidupan.