Oleh: Joko Lestari
POSKOTA - Pada hari ke-13 bulan puasa Ramadhan, pemerintah merilis rekayasa lalu lintas arus mudik dan balik lebaran 2026.
Seperti dijelaskan Kementerian Sekretariat Negara, rekayasa lalu lintas meliputi sistem satu arah (one way), lajur pasang surut (contra flow) serta ganjil genap di sejumlah ruas tol strategis.
Satu arah diberlakukan pada arus mudik mulai 17-20 Maret 2026 dari Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Semarang-Solo. Sementara itu, rekayasa serupa (satu arah) arus balik diterapkan pada arus balik mulai 23-29 Maret 2026.
Selain satu arah, diberlakukan juga contra flow pada puncak arus balik di Tol Jakarta-Cikampek KM47-KM70 mulai 17-20 Maret 2026 pukul 14.00 hingga 00.00 WIB, berlanjut pada 21 Maret pukul 12.00 hingga 20.00 WIB, dan 22 Maret pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Selamat Jalan Pak Try, Negarawan Bersahaja
“Wah, keterangannya rinci banget,” kata bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.
“Keterangan rinci diperlukan agar masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik dapat mengantisipasi lebih awal dalam mengatur waktu perjalanan demi kelancaran dan keselamatan,” ujar Yudi.
“Setuju karena mudik itu perjalanan kebahagiaan menuju kampung halaman bersilaturahmi dengan orang tua, keluarga dan kerabat dekat Kalau perjalanan keluarga ini lancar, aman dan nyaman, tentunya akan menambah makna tersendiri, mudik tahun ini,” kata mas Bro.
“Ingat ratusan juta juta orang diprediksi akan melakukan perjalanan mudik.Negara wajib hadir melindungi warganya yang ingin silaturahmi dan berbagai bersama keluarganya di kampung halaman,” ujar Yudi.
