Annisa berharap anaknya yang saat ini duduk di SD Negeri 01 Kota Bambu Utara juga segera mendapatkan program MBG. Saat ini, anaknya belajar sementara di SD Negeri 15 Slipi karena sekolah asalnya sedang renovasi.
Berbeda dengan Annisa, orangtua murid lainnya, Peiningrum justru mengusulkan agar program MBG diberikan dalam bentuk uang.
Menurutnya, jika berupa uang orangtua bisa memasak makanan sesuai selera anak di rumah.
Baca Juga: Atap Dapur MBG di Mancak Ambruk Diterjang Angin Kencang, BPBD Pastikan Tak Ada Korban
“Kalau uang kan bisa masak sendiri. Anak-anak kadang kurang cocok sama menu-nya,” katanya.
Ia mencontohkan anaknya lebih menyukai nasi bertekstur lembek. Meski demikian, ia tetap menilai menu MBG selama puasa masih layak karena anaknya menyukai susu, roti, dan buah.
Menu MBG Dipastikan Sesuai Selera dan Kebutuhan Siswa
Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 15 Slipi, Suriadin menegaskan pihak sekolah terus berkoordinasi dengan dapur penyedia untuk memastikan menu sesuai kebutuhan siswa.
Sekolah juga menyampaikan masukan jika ada siswa yang alergi atau tidak menyukai makanan tertentu.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Pandeglang Keluhkan Menu MBG Didominasi Makanan Kering, Ini Penjelasan SPPG
“Kalau ada yang kurang atau perlu penyesuaian, kami langsung komunikasi dengan dapur,” jelasnya.
Selama puasa, pembagian MBG dilakukan dua kali seminggu, antara lain:
- Senin: untuk kebutuhan Senin–Rabu
- Kamis: untuk kebutuhan Kamis–Jumat
Ia juga menjelaskan bahwa makanan ringan seperti kurma, ubi rebus, dan keripik tempe hanya merupakan pelengkap atau camilan, bukan menu utama.
