Fenomena Blood Moon saat Ramadhan dan Kenapa Shalat Gerhana Dilakukan? Simak Penjelasannya

Selasa 03 Mar 2026, 17:12 WIB
Ilustrasi fenomena "Blood Moon" atau gerhana bulan total yang akan terjadi Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Instagram/@brin_indonesia)

Ilustrasi fenomena "Blood Moon" atau gerhana bulan total yang akan terjadi Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Instagram/@brin_indonesia)

Tata cara shalat gerhana sedikit berbeda dari shalat sunnah pada umumnya, yaitu dua rakaat dengan setiap rakaatnya memiliki dua ruku dan dua i’tidal.

Adapun tata cara shalat gerhana, antara lain:

  • Niat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram.

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Membaca doa iftitah, taawudz, Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an dengan suara jahr (lantang).
  • Rukuk pertama dengan bacaan tasbih yang lebih panjang dari rukuk shalat biasa.
  • I’tidal (bangkit dari rukuk). Membaca kembali Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an yang lebih pendek dari bacaan pertama.
  • Rukuk kedua dengan durasi lebih singkat dari rukuk pertama.
  • I’tidal.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Setelah itu berdiri untuk rakaat kedua dengan tata cara yang sama seperti rakaat pertama, namun bacaan surat lebih pendek dibandingkan rakaat pertama. Shalat kemudian diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.

Kemenag pun menganjurkan untuk memperbanyak doa, zikir dan istighfar selama berlangsungnya gerhana bulan.


Berita Terkait


News Update