Bolehkah Perempuan Membaca Al-Quran Saat Haid di Bulan Ramadhan? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Selasa 03 Mar 2026, 16:31 WIB
Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS). (Sumber: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS). (Sumber: Instagram/@ustadzabdulsomad_official)

Ustadz Abdul Somad menekankan, pentingnya tetap menjaga koneksi spiritual melalui bacaan-bacaan yang diperbolehkan, seperti membaca “Bismillah” atau doa-doa pendek.

Meski tidak diperbolehkan menyentuh mushaf, ada beberapa cara bagi perempuan haid untuk tetap “membaca” Al-Quran.

1. Membaca dari Hafalan

Perempuan yang sudah menghafal ayat-ayat Al-Quran dapat membaca ayat tersebut dalam hati atau lisan tanpa memegang mushaf.

Ini diperbolehkan oleh beberapa mazhab, termasuk Syafi’i, selama bacaan dilakukan tanpa menyentuh teks fisik.

2. Mengikuti Bacaan Guru atau Dosen

Bagi perempuan yang sedang belajar Al-Quran, mendengarkan guru atau ustadz membaca ayat dan mengulanginya dalam hati juga diperbolehkan.

Hal itu dianggap sah untuk tetap menjaga hafalan dan ibadah membaca Al-Quran meski sedang haid.

Ustadz Abdul Somad juga menambahkan bahwa perempuan haid boleh membaca Al-Qur’an melalui media digital atau dari hafalan.

Baca Juga: Jadwal Buka Puasa di Kota Bekasi Hari Ini Minggu 1 Maret 2026

Misalnya, membaca melalui aplikasi Al-Qur’an di ponsel, mendengar audio Al-Qur’an, atau mengulang hafalan saat di sekolah, kampus, maupun kendaraan.

Hal ini memungkinkan perempuan tetap dekat dengan Al-Qur’an tanpa melanggar aturan fiqih.

Jadi, meskipun haid membatasi perempuan untuk memegang mushaf, tidak ada halangan untuk tetap membaca dari hafalan, mengikuti guru, atau melakukan dzikir dan doa.

Ustadz Abdul Somad menekankan bahwa yang paling penting adalah menjaga konsistensi ibadah dan tetap mendekatkan diri kepada Allah, meski terbatas oleh kondisi fisik seperti haid.


Berita Terkait


News Update