POSKOTA.CO.ID - Sahur menjadi salah satu amalan penting yang sangat dianjurkan bagi umat Islam sebelum menjalankan puasa Ramadan.
Selain berfungsi menjaga stamina selama seharian menahan lapar dan haus, sahur juga mengandung keberkahan sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya batas waktu sahur yang benar? Apakah saat imsak sudah tidak boleh makan dan minum, ataukah menunggu azan Subuh?
Baca Juga: 5 Tips Agar Mulut Tidak Bau Saat Berpuasa dan Tetap Segar Seharian
Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan dalil syariat dan pandangan ulama.
Waktu Sahur yang Dianjurkan: Sunnah Mengakhirkan Sahur

Mengutip keterangan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada Selasa 3 Maret 2026. Waktu sahur yang paling utama adalah di akhir malam, mendekati terbitnya fajar atau waktu Subuh.
Mengakhirkan sahur merupakan sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Anas bin Malik RA disebutkan:
بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ
Bakkiru bil ifthar, wa akhhiru as-suhur.
“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”
Anjuran ini menunjukkan bahwa sahur sebaiknya dilakukan tidak terlalu awal, melainkan mendekati waktu Subuh agar lebih sesuai dengan tuntunan Nabi.
Baca Juga: Nuzulul Quran Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Catat Jadwal dan Keutamaannya
Memahami Waktu Imsak, Benarkah Batas Akhir Sahur?
Di Indonesia, jadwal imsak biasanya ditetapkan sekitar 10 menit sebelum azan Subuh. Banyak yang mengira imsak adalah batas mutlak berhenti makan dan minum.
Padahal, menurut penjelasan Kementerian Agama Republik Indonesia, imsak bukanlah batas akhir sahur. Imsak hanyalah pengingat atau bentuk kehati-hatian (ihtiyath) agar umat Islam bersiap menghentikan makan, membersihkan mulut, dan mempersiapkan diri untuk salat Subuh.
Tradisi jeda waktu ini merujuk pada hadis riwayat Imam Bukhari, yang menjelaskan bahwa jarak antara selesainya sahur Nabi Muhammad SAW dan waktu salat Subuh sekitar durasi membaca 50 ayat Al-Qur’an, yang diperkirakan kurang lebih 10 menit.
Dengan demikian, selama azan Subuh belum berkumandang, seseorang masih diperbolehkan menyelesaikan sahurnya.
Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Daftar Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Batas Waktu Sahur yang Sebenarnya Sesuai Syariat
Secara tegas, batas akhir sahur adalah saat terbitnya fajar shadiq, yang ditandai dengan masuknya waktu Subuh atau berkumandangnya azan Subuh.
Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah ayat 187:
وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ
"Dan makan dan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam."
Ayat ini menjadi dasar bahwa makan dan minum masih diperbolehkan sampai datangnya fajar.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas: 70 Ribu Pasukan Cadangan Dipanggil, Benarkah Tanda Dajjal?
Artinya, imsak bukanlah penentu sah atau tidaknya puasa, melainkan azan Subuh yang menjadi batas akhir secara syariat.
Hikmah Mengakhirkan Sahur Menurut Ulama
Mengutip penjelasan dari Nahdlatul Ulama melalui NU Online, terdapat sejumlah hikmah di balik anjuran mengakhirkan sahur:
- Menjaga Ketahanan Fisik
Sahur yang dilakukan mendekati Subuh membuat jarak waktu menahan lapar lebih singkat, sehingga tubuh memiliki cadangan energi lebih optimal sepanjang hari.
- Memudahkan Salat Subuh di Awal Waktu
Selesai sahur, seseorang bisa langsung berwudu dan menunaikan salat Subuh tanpa harus menunggu lama.
- Menghindari Risiko Terlewat Salat
Jika sahur dilakukan terlalu awal lalu tidur kembali, ada risiko kebablasan dan melewatkan salat Subuh.
Bacaan Niat Puasa Ramadan
Sebelum fajar tiba, umat Islam juga dianjurkan memantapkan niat dalam hati. Berikut lafal niat puasa Ramadan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Kesimpulan: Imsak atau Azan Subuh?
Berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, serta penjelasan ulama dan pemerintah, batas akhir sahur yang sah adalah saat azan Subuh berkumandang, bukan saat imsak.
Imsak hanyalah pengingat agar umat Islam lebih berhati-hati. Dengan memahami hal ini, diharapkan ibadah puasa Ramadan dapat dijalankan dengan lebih tenang, sah secara syariat, dan penuh keberkahan.