Di sisi lain, Endang, salah seorang pedagang minuman segar, merasakan berkah tersendiri dari ramainya festival. Menurutnya pengunjung selalu meningkat menjelang waktu berbuka dan biasanya dagangannya habis sebelum pukul 21.00 WIB.
Ia berharap acara serupa bisa terus digelar setiap tahun karena sangat membantu pelaku usaha kecil sepertinya.
"Alhamdulillah udah seminggu puasa ramai terus, apalagi kalau malam Minggu, habis Maghrib juga sudah dagangan saya," tuturnya.
Menjelang petang, suasana semakin hangat dan akrab. Pengunjung duduk beralaskan tikar atau kursi lipat yang tersedia, menyantap makanan yang baru dibeli sambil berbincang santai.
Lampu-lampu mulai dinyalakan, memancarkan cahaya temaram khas pasar malam. Festival Ramadhan Bogor bukan sekadar tempat berburu takjil, tetapi juga ruang berkumpul yang sederhana, meriah, dan menghadirkan kebersamaan di bulan suci.
