Apakah Shahih Hadits dari 'Tidur Orang Berpuasa Adalah Ibadah'? Ini Penjelasan Lengkapnya

Minggu 01 Mar 2026, 15:56 WIB
Ilustrasi. Simak penjelasan ulama mengenai hadits tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Apakah hadits ini shahih atau dhaif? Ini penjelasan dan maknanya. (Sumber: Pixabay/TungArt7)

Ilustrasi. Simak penjelasan ulama mengenai hadits tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Apakah hadits ini shahih atau dhaif? Ini penjelasan dan maknanya. (Sumber: Pixabay/TungArt7)

POSKOTA.CO.ID - Bulan Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Di bulan penuh berkah ini, berbagai hadits tentang keutamaan puasa kembali ramai dibahas dan dibagikan di tengah masyarakat, baik melalui ceramah maupun media sosial.

Salah satu hadits yang paling sering terdengar adalah ungkapan bahwa 'tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.' Kalimat ini begitu populer hingga banyak orang menjadikannya sebagai motivasi menjalani puasa dengan lebih santai selama siang hari.

Tidak sedikit pula yang kemudian memahami hadits tersebut secara harfiah, yakni menganggap memperbanyak tidur saat berpuasa tetap bernilai pahala. Akibatnya, aktivitas produktif di siang hari Ramadhan justru berkurang karena merasa tidur pun sudah cukup sebagai ibadah.

Padahal, para ulama memiliki penjelasan yang lebih mendalam mengenai maksud hadits tersebut. Tidur saat berpuasa memang bisa bernilai ibadah, namun terdapat syarat, adab, serta pemahaman yang perlu diluruskan agar tidak keliru dalam mengamalkannya.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Aplikasi Resep Makanan untuk Sahur dan Buka Puasa

Hadits Tentang Tidurnya Orang Berpuasa

Hadits yang populer setiap Ramadhan berbunyi:

Naumu ash-shā’imi ‘ibādah, wa shamtuhu tasbīh, wa ‘amaluhu mudhā‘af, wa du‘āuhu mustajāb, wa dzanbuhu maghfūr.

Artinya: “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.” (HR. Al-Baihaqi)

Hadits ini sangat populer di kalangan umat Islam, terutama saat Ramadhan tiba.

Status Hadits Menurut Para Ulama

Melansir dari laman nu.or.id, hadits tentang tidurnya orang berpuasa termasuk dalam kategori hadits dhaif (lemah). Beberapa ulama yang menilai demikian antara lain, Al-Hafizh Al-Iraqi dalam Takhrijul Ihya’ dan Syekh Al-Albani dalam As-Silsilah Adh-Dha’ifah

Meski berstatus dhaif, para ulama tetap menjelaskan bahwa maknanya dapat dipahami dalam konteks motivasi ibadah, bukan sebagai pembenaran bermalas-malasan.


Berita Terkait


News Update