“Itu sering kita sapuin setiap hari dengan tim perawat kita di Hutan Kota Cawang ini udah sering kali ada alat-alat kontrasepsi yang di kegiatan LGBT di HK Cawang," ucap Iwan.
Iwan menjelaskan bahwa keterbatasan jam operasional petugas menjadi salah satu kendala pengawasan.
Selama ini, perawatan dan pengawasan rutin dilakukan pada pagi hingga siang hari, sementara aktivitas yang diduga menyimpang justru terjadi pada malam hari saat tidak ada petugas berjaga.
Baca Juga: Direktorat Jenderal BTI Kunker ke Kantor Kelurahan Jelambar untuk Desiminasi Tekonologi Irigasi
"Tapi karena kegiatan malam kita karena perawat kita adanya pagi, jadi malam ini dia adanya malam untuk LGBT-nya," ujarnya. (cr-4)
