POSKOTACOID - Sejumlah warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang tergabung dalam Aliansi Warga Tlogowungu Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 1.
Aksi unjuk rasa tersebut terjadi pada Jumat, 26 Februari 2026. Sebelum menuju SPPG 1, para warga berkumpul terlebih dahulu di GOR Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, lalu bergerak menggunakan mobil pikap.
Unjuk rasa tersebut dilatarbelakangi oleh dugaan adanya praktik korupsi yang dilakukan SPPG Tlogowungu 1.
Warga menuding menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di wilayah mereka tidak sesuai standar yang seharusnya.
Baca Juga: Atap Dapur MBG di Mancak Ambruk Diterjang Angin Kencang, BPBD Pastikan Tak Ada Korban
Dugaan Adanya Praktik Jual-Beli hingga Korupsi
Dikutip dari akun Instagram @suaraakarrumput, menurut para warga, pelaksanaan MBG di daerah mereka lebih terlihat seperti praktik jual beli makanan dan tidak sesuai dengan tujuan pemenuhan gizi bagi anak-anak.
Warga menilai, penyaluran MBG yang dilakukan SPPG Tlogowungu 1 dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab sebagai ladang korupsi yang hanya menghabiskan anggaran negara.
Hal ini diketahui setelah pata orang tua dan murid yang mendapatkan MBG mengeluhkan kualitas menu yang dibagikan di sekolah.
Baca Juga: Harga Cabai di Lebak Tinggi Selama Ramadhan, Penjual Sayuran Keliling Jual Secara Eceran
Tak hanya itu, menurut penuturan salah seorang perwakilan warga, jumlah makanan yang dibagikan hingga nominal setiap makanan yang didapat pun tidak sesuai dan lebih murah dari anggaran.
Warga menyebut unjuk rasa yang dilakukan merupakan bentuk kritik dan penyampaian pendapat kepada pemerintah agar melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap program ini.
Apalagi, MBG merupakan program yang diusung pemerintah untuk memperbaiki gizi anak bangsa sehingga sudah seharusnya penyalurannya benar-benar memerhatikan kebutuhan nutrisi setiap anak yang menerimanya.
Baca Juga: Kapolres Serang dan Bhayangkari Berbagi Takjil Ramadhan untuk Pengguna Jalan
Aparat Gabungan Lakukan Pengamanan
Sejumlah aparat gabungan TNI dan Polri diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi demonstrasi.
Pengamanan dilakukan dengan ketat di depan Kantor Kepala Desa Tlogorejo selama aksi berlangsung.
Aksi ini menjadi sinyal kuat keberanian warga untuk menyampaikan kegelisahan dan kritik secara langsung terhadap program-program pemerintah yang dinilai bermasalah dan tidak sesuai tujuan.
