LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Tingginya harga cabai oranye di pasaran membuat pedagang sayur keliling di Kabupaten Lebak harus memutar otak agar dagangannya tetap laku.
Seperti yang dilakukan Suhendi, 38 tahun, warga Kampung Rancawiru, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, Lebak yang kesehariannya keliling berdagang sayur mayur.
Mahalnya harga cabai saat ini membuat Suhendi harus menjual cabai secara eceran dengan harga Rp5.000 satu bungkus berisi 10 butir.
"Harga cabai oranye saat ini mencapai Rp120.000 per kilogram. Kondisi itu sudah berlangsung beberapa waktu terakhir dan dinilai memberatkan bagi saya dan masyarakat lain," ungkap Suhendi, Jumat 27 Februari 2026
Baca Juga: Truk Tronton Hajar 3 Rumah, Warga Sempat Kabur karena Dikira Gempa
"Dengan harga cabai oranye yang saat ini melambung tinggi, saya pun harus menjual secara eceran kepada warga, agar tidak terlalu memberatkan konsumen saya. Satu bungkus isi 10 butir saya jual seharga Rp5000," kata dia.
Berbeda dengan cabai oranye, harga cabai rawit merah justru mulai mengalami penurunan.
Saat ini, cabai rawit merah dijual sekitar Rp50.000 per kilogram setelah sebelumnya sempat berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
"Kalau cabai rawit merah sekarang sudah turun, sekitar Rp50.000 per kilo. Sebelumnya sempat Rp70.000 sampai Rp80.000," ucapnya.
Baca Juga: Kapolres Serang dan Bhayangkari Berbagi Takjil Ramadhan untuk Pengguna Jalan
Menurutnya, cabai oranye merupakan satu-satunya jenis cabai yang harganya masih tinggi. Oleh karena itu, untuk menyiasati kondisi ini, ia menjual cabai secara eceran dalam kemasan kecil.
