Mahasiswa Indonesia Gagas Ajang Olahraga Diaspora di AS

Sabtu 28 Feb 2026, 10:07 WIB
Mahasiswa bernama Davon Arjunaidi (kiri), 20 tahun, menggagas kompetisi olahraga IAG 2026 bagi para diaspora Indonesia di AS. (Sumber: Dok. Istimewa)

Mahasiswa bernama Davon Arjunaidi (kiri), 20 tahun, menggagas kompetisi olahraga IAG 2026 bagi para diaspora Indonesia di AS. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mahasiswa bernama Davon Arjunaidi, 20 tahun, menggagas ajang olahraga khusus diaspora Indonesia di Amerika Serikat (AS). Ajang bertajuk Indonesia American Games (IAG) 2026 digelar di Chicago pada 19-21 Juni 2026.

"Pekan olahraga ini akan menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia dari 24 state di Amerika Serikat," kata Davon dalam keterangannya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan mempertandingkan delapan cabang olahraga dan dirancang berlangsung selama tiga hari.

Cabang olahraga yang digelar, yakni Atletik Running, Badminton, Chess (catur), bola voli, Mini Soccer, Pickleball, Basket Ball, dan Tenis.

Baca Juga: Mahasiswa Heran Aparat Pakai Kopiah dan Sorban Saat Amankan Demo, Polisi: Menghormati Ramadhan

Untuk merealisasikan rencana itu, ia mengajukan dukungan kepada Komite Olimpiade Indonesia dan berhasil memperoleh surat dukungan resmi.

"Saya mendapatkan support letter dari NOC Indonesia untuk mengadakan acara ini di Amerika," ujar mahasiswa DePaul University Chicago itu.

Berbekal dukungan tersebut, ia mulai menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan Permias Nasional dan perwakilan Indonesia di Amerika Serikat.

Ia menilai ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat solidaritas diaspora Indonesia di luar negeri.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di UIN Suska Riau: Awal Kedekatan Mahasiswa Berujung Cinta Ditolak hingga Pembacokan

Selain kompetisi, IAG 2026 juga diharapkan dapat mencetak kader atlet muda yang berpotensi diarahkan menuju Olimpiade 2028.

Davon menambahkan, pihaknya juga membuka kesempatan bagi relawan dan partisipan untuk mendapatkan peluang beasiswa melalui jaringan National Olympic Committee (NOC) internasional.

"Supporter letter menjadi salah satu prosedur untuk mengikuti program beasiswa yang akan dikeluarkan NOC Dunia melalui NOC Indonesia," tuturnya.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 2024 itu menargetkan IAG digelar rutin setiap tahun dan berpindah kota sesuai dukungan dari berbagai negara bagian.


Berita Terkait


News Update