JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Harapan akan adanya Bantuan Hari Raya (BHR) atau Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pengemudi ojek online (ojol) menjadi angin segar di tengah beratnya beban ekonomi yang mereka rasakan, terutama selama bulan Ramadhan.
Sejumlah pengemudi ojol mengaku sangat berharap adanya BHR dengan nominal yang layak untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ilham 26 tahun, salah satu pengemudi ojol yang telah menekuni profesi ini selama sekitar tujuh tahun, mengungkapkan kondisi penghasilannya yang menurun selama bulan puasa.
Ia mengatakan, pendapatan hariannya saat Ramadhan berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari, jauh lebih rendah dibandingkan hari-hari biasa yang bisa mencapai Rp300 ribu.
Baca Juga: BHR Ojol Jelang Lebaran, Pengamat Soroti Upaya Redam Gejolak Sosial
“Selama bulan puasa ini paling dapat 150, 200 segitulah. Itu juga belum bersih,” ujar Ilham kepada Poskota, Jumat, 27 Februari 2026.
Ilham mengatakan, untuk mencapai penghasilan tersebut dirinya harus bekerja hampir seharian penuh.
"Itu juga harus seharian kerja kalo mau dapet segitu ya," kata Ilham.
Sebelum Ramadhan, Ilham biasa mulai menarik penumpang sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Baca Juga: CEO Grab Pastikan BHR Ojol 2026 Meningkat, Cair Sebelum Lebaran
"Narik dari Pagi jam 6 keluar, terus nanti balik malem jam 10," ucap Ilham
Meski demikian, Ilham mengaku tetap bersyukur karena pendapatan tersebut masih bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya sudah berkeluarga, meski belum memiliki anak.
"Cukup alhamdulillah buat sehari hari belum punya anak juga," ungkap Ilham.
Menjelang Lebaran, Ilham sangat berharap adanya BHR dengan nominal sekitar Rp1 juta.
“Pengennya sih 1 juta ya, biar bisa buat bagi-bagi keluarga, Bang. Buat Lebaran juga,” katanya.
Baca Juga: Garda Indonesia Minta BHR Ojol 2026 Rp1,2 Juta per Pengemudi
Ilham mengaku pada tahun lalu dirinya tidak menerima BHR sama sekali, meskipun sempat ramai pemberitaan bahwa ada pengemudi ojol yang mendapatkan bantuan Rp50 ribu.
Hal itu membuat harapannya semakin besar agar tahun ini pemerintah dan aplikator benar-benar memberikan BHR secara merata dan adil kepada seluruh mitra pengemudi.
“Semoga saja bisa ngasih bantuan ke semua driver, bantuan yang layak gitu, bantuan hari raya terutama,” ucapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Junaedi, 57 tahun, pengemudi ojol yang telah lama menggantungkan hidup dari pekerjaan ini.
Ia mengatakan, meskipun statusnya hanya sebagai mitra, harapan mendapatkan BHR sebesar Rp1 juta sangat berarti, apalagi menjelang Idulfitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan dan pengeluaran.
Baca Juga: KAI Catat Penjualan Tiket Angkutan Lebaran 2026 Tembus 1,5 Juta
“Meskipun kita mitra ya, sebenarnya pengennya sejuta gitu. Apalagi buat Idulfitri besok banyak pengeluaran pasti,” ujar Junaedi.
Menurutnya, jika BHR diberikan dengan nominal tersebut, dampaknya akan sangat besar bagi para pengemudi ojol yang sehari-hari penghasilannya tidak menentu.
"Dampak nya gede lah pasti, apalagi kalo bener sejuta yah yang dikasih," ungkap Junaedi.
Ia mengaku pernah menerima BHR dari aplikator pada tahun lalu, namun nominalnya hanya Rp50 ribu.
“Dulu pernah dapat Rp50 ribu, itu mah buat anak kecil. Segitu mana cukup buat kita,” katanya. (cr-4)