Yuda pun menanggapi dengan nada santai, “Kalau ada bapak emang harus dimatiin. Ada yang ngingetin." Respons tersebut langsung mencuri perhatian warganet karena menunjukkan kehati-hatian seorang pejabat publik, bahkan dalam situasi nonformal.
Purbaya Singgung Gratifikasi
Tak lama kemudian, gift lain kembali muncul di layar, kali ini berbentuk paus yang disebut memiliki nilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah jika dikonversikan.
Yuda secara refleks mengucapkan terima kasih kepada pemberi hadiah tersebut. “Makasih, ada yang nyawer paus,” ucapnya.
Namun Purbaya terlihat semakin waspada. Ia segera mengingatkan agar siaran tidak berlangsung terlalu lama. “Wah jangan lama-lama, ntar disangka gratifikasi,” ujar sang menteri.
Warganet Puji Sikap Integritas Sang Menteri
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik di media sosial. Banyak warganet menilai ucapan Purbaya sebagai bentuk kesadaran tinggi terhadap isu gratifikasi yang memang sensitif di lingkungan pemerintahan.
Meski gift TikTok bersifat virtual dan lazim terjadi dalam ekosistem live streaming, sikap hati-hati tetap ditunjukkan olehnya. Cuplikan momen tersebut kemudian viral dan menyebar luas di berbagai platform media sosial. Respons publik pun didominasi komentar positif.
Sejumlah warganet memuji ketegasan Purbaya dalam menjaga etika sebagai pejabat negara, bahkan saat sedang bersantai bersama keluarga. Di sisi lain, banyak pula yang mengapresiasi kedekatannya dengan sang anak yang terlihat hangat, akrab, dan komunikatif di depan publik.
