Pesan tersebut menjadi pengingat agar umat Muslim tidak hanya fokus pada hidangan berbuka yang melimpah, tetapi juga memikirkan mereka yang masih kesulitan mendapatkan makanan.
Baca Juga: Bahaya Perubahan Pola Tidur Selama Ramadhan, Ketahui Cara Mengaturnya agar Tetap Sehat dan Produktif
Berbagi Kepada Orang Terdekat
Selain berbagi kepada masyarakat luas, UAS juga mengajak umat Muslim untuk memulai kebaikan dari lingkungan terdekat, seperti tetangga, anak yatim, dan fakir miskin. Ia mengutip ajaran Nabi Muhammad SAW tentang anjuran berbagi makanan meskipun dalam kondisi terbatas.
"Kata Nabi: 'Kalau kau memasak, banyakkan kuahnya.' Tak sanggup ngasih daging, kuah pun jadi. Tapi masyarakat Kampar kan baik-baik, kasihlah daging jangan cuma kuah saja," kata UAS yang disambut tawa jemaah.
Menurutnya, berbagi tidak harus menunggu kaya, karena kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan dengan ikhlas.
Adab Memberikan Sedekah Makanan di Bulan Ramadhan
Tidak hanya mendorong sedekah, UAS juga mengingatkan pentingnya memperhatikan adab dalam memberi. Ia menegaskan bahwa sedekah makanan harus diberikan dalam kondisi layak konsumsi dan pada waktu yang tepat.
"Kalau mengasih makanan jam 5 sore... jangan ngasih jam 11 malam, daripada basi dimakan anak yatim. Itu dosa besar, kita sudah menganiaya menzalimi orang," tegasnya.
Pesan ini menekankan bahwa sedekah bukan sekadar memberi, tetapi juga memastikan penerima mendapatkan manfaat tanpa menimbulkan mudarat.
Baca Juga: Bahaya Dehidrasi di Bulan Puasa, Ini Peran Penting Air Putih yang Wajib Kamu Tahu
Ramadhan sebagai Momentum Membersihkan Harta dan Hati
Melalui tausiah tersebut, Ustadz Abdul Somad mengajak umat Muslim menjadikan Ramadhan sebagai sarana memperbaiki hubungan sosial sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Sedekah dan berbagi makanan berbuka menjadi bentuk nyata kepedulian yang mampu menghadirkan keberkahan bagi pemberi maupun penerima.
Dengan memperbanyak berbagi, Ramadhan diharapkan mampu membentuk pribadi Muslim yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga memiliki empati dan rasa kemanusiaan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
