POSKOTA.CO.ID - Baru-baru ini Ria SW kembali menjadi sorotan publik setelah tampil dalam konten Marapthon (Marathon Cuan) di platform YouTube.
Kehadirannya dalam acara yang diisi berbagai kreator digital itu memicu rasa penasaran warganet, terutama mengenai identitas lengkap, biodata, riwayat pendidikan, hingga akun media sosialnya.
Dalam perbincangan netizen, muncul kembali pertanyaan “Ria SW siapa sebenarnya?” Berikut adalah profil lengkapnya secara informatif dan mendalam agar dapat menjadi referensi bagi pembaca.
Siapa Ria SW? Food Vlogger Ekspresif Pelopor Konten Kuliner
Ria SW memiliki nama lengkap Riany Sukmawidjaya. Ia merupakan kreator konten kuliner Indonesia yang telah aktif sejak 2016. Kehadirannya dikenal luas karena gaya penyampaian yang ekspresif, energik, dan sering kali diwarnai reaksi dramatis saat mencicipi makanan terutama makanan pedas.
Dalam salah satu wawancara, ia pernah berkata, “Saya ingin membuat konten makanan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menghibur.”
Ia juga dikenal sebagai salah satu pelopor konten street food di YouTube Indonesia. Melalui seri populernya “Menggila di…”, ia mengunjungi berbagai daerah untuk mencicipi kuliner khas, mulai dari jajanan kaki lima hingga hidangan ekstrem.
Biodata Ria SW
Berikut biodata lengkap yang banyak dicari warganet:
- Nama lengkap: Riany Sukmawidjaya
- Nama populer: Ria SW
- Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 29 April 1988
- Umur: 37 tahun (pada 2025)
- Profesi: YouTuber, Content Creator, Penulis
Salah satu ciri khas Ria SW adalah boneka bernama Curut yang hampir selalu hadir dalam video-videonya. Boneka tersebut menjadi semacam identitas visual yang melekat pada brand personalnya.
Riwayat Pendidikan di LSPR
Ria SW merupakan alumni London School of Public Relations Jakarta, atau yang kini dikenal sebagai Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR. Ia mengambil jurusan Public Relations, sebuah bidang yang memperkuat kemampuannya dalam storytelling dan komunikasi.
Sebelum berkuliah, ia menempuh pendidikan di SMA Fransiskus 1 Jakarta. Latar belakang akademiknya tampak jelas dalam cara ia menyampaikan ulasan makanan: komunikatif, runtut, dan mudah dicerna. Hal itu pula yang membuatnya cepat dikenal di kalangan penonton.
