JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menjelang perayaan Idul Fitri, maraknya penjualan kue lebaran dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada momen lebaran, masyarakat biasanya menyantap makanan khas, sehingga menjadi salah satu penggerak utama peningkatan belanja masyarakat.
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti menilai, kehadiran pedagang kue lebaran di pasar tradisional hingga sentra penjualan musiman, berdampak pada pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah Jakarta.
"Iya, bisa (meningkatkan perekonomian daerah), karena ini kan mendorong masyarakat untuk konsumsi (makanan yang jarang ada) gitu kan," ujar Esther kepada Poskota, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca Juga: Tausiyah Ustadz Abdul Somad Jelaskan Makna Puasa Ramadhan 1447 H, Bukan Hanya Sekadar Menahan Lapar
Menurutnya, lebaran merupakan momen khusus yang mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi. Tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk menjamu tamu serta berbagi dengan kerabat dan relasi.
“Karena Lebaran itu kan momen ya, makan-makan yang tidak biasa, kemudian menghadirkan kue atau makanan yang tidak biasa sehari-hari. Jadi membuatnya lebih istimewa,” ucap Esther.
Lebih lanjut, Esther menilai terkait persaingan dengan penjual kue secara daring atau online, para pedagang offline tidak perlu terlalu khawatir.
Pasalnya untuk produk makanan seperti kue Lebaran, faktor rasa dan kepercayaan konsumen masih menjadi pertimbangan utama.
Baca Juga: Bahaya Dehidrasi di Bulan Puasa, Ini Peran Penting Air Putih yang Wajib Kamu Tahu
“Kalau masalah penjualan online atau kue atau apa, makan-minuman itu nggak perlu khawatir. Online itu belum tentu enak. Kalau kue kan kita pesan karena sudah pernah tahu rasanya,” kata Esther.
Esther menyebut, banyak konsumen membeli kue Lebaran berdasarkan pengalaman sebelumnya atau rekomendasi dari orang terdekat.
Hal ini membuat toko atau penjual yang sudah memiliki pelanggan tetap cenderung lebih unggul dibandingkan penjual baru, terutama dalam transaksi daring.
“Biasanya punya langganan. Karena sudah tahu rasanya. Apalagi kue itu kan untuk konsumsi sendiri dan juga untuk dikasih ke orang. Kalau kuenya nggak enak, bisa habis uang, duit hilang tapi nggak enak,” katanya.
Baca Juga: Zakat Fitrah 2026 Dibayar Bulan Apa? Ini Waktu Terbaik, Besaran, dan Niatnya
Ia pun mengakui, secara pribadi lebih memilih memesan kue Lebaran di tempat yang sudah dikenal kualitasnya. Selain untuk memastikan rasa, hal tersebut juga berkaitan dengan kepercayaan saat kue dijadikan bingkisan untuk orang lain.
“Saya dari dulu juga kalau pesan kue ya di tempat itu saja, karena sudah tahu rasanya. Itu kan saya kasih ke teman-teman di Jakarta,” ujarnya. (cr-4)