Hindari Desak-desakan, Warga Pilih Beli Kue Lebaran di Pasar Jatinegara Awal Ramadhan

Kamis 26 Feb 2026, 15:35 WIB
Pembeli kue lebaran di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 26 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Pembeli kue lebaran di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 26 Februari 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Geliat berburu kue Lebaran Idul Fitri 2026 mulai terasa di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis, 26 Februari 2026.

Supriyanto, 64 tahun, warga Utan Kayu, Jakarta Timur, membeli kue Lebaran lebih awal agar terhindar dari antrean panjang.

Menurutnya, kebutuhan keluarga yang cukup banyak membuat persiapan harus dilakukan lebih dini. Selain itu, ia juga mempertimbangkan faktor kenyamanan saat berbelanja.

“Jadi kita kan spesialnya ada keperluan itu banyak. Entar begini enggak sempat, masalah saya puasa. Oh iya, takutnya kan desak-desakan gitu kan. Kalau misalnya belinya awal-awal, agak longgar gitu. Waktunya bisa terjangkau juga kalau kita berangkat dari pagi jam 9, gitu lebih enak, luas,” kata Supriyanto kepada Poskota, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca Juga: Menanti Manisnya Lebaran, Pedagang Kue di Pasar Jatinegara Bidik Lonjakan Omzet pada Pertengahan Puasa

Supriyanto membeli pastel isi abon. Kue tersebut biasa dinikmati sebagai kudapan santai. Nastar juga masuk keranjangnya sebagai kue klasik Idul Fitri.

“Nastar iya, nastar juga ya. Tapi nastar kan itu tinggal tergantung kuenya enak atau tidak. Kalau enak itu mahal. Masih mending, kan ada yang segini di sana, Cibinong itu harganya Rp55 ribu satu plastik. Kita udah ke sana, sudah nanya gitu, tapi enak atau enggak,” ujarnya.

Ia memperkirakan, uang yang dikeluarkan untuk berbelanja kue sekitar Rp1 juta. Barang yang dibeli cukup banyak agar bisa dinikmati banyak anggota keluarga.

“Enggak dihitungin sih. Ya 1 jutaan, kadang-kadang juga lebih. Kadang-kadang habis sudah kan soal banyak apa cucu, mantu gitu. Mantu kan kadang-kadang juga tiap hari beli buat itu, buat makan,” ucapnya.

Baca Juga: Dampak Penggusuran, 24 KK Warga Kampung Bilik Jakbar Mendaftar Relokasi ke Rusun

Hal serupa juga disampaikan Hanifah, 45 tahun. Warga Jakarta itu menilai, pusat penjualan kue relatif lengang pada awal Ramadhan.


Berita Terkait


News Update