Dampak Penggusuran, 24 KK Warga Kampung Bilik Jakbar Mendaftar Relokasi ke Rusun

Kamis 26 Feb 2026, 15:24 WIB
24 kepala keluarga (KK) warga Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat mendaftar untuk bisa masuk ke rumah susun (rusun). (Sumber: Istimewa)

24 kepala keluarga (KK) warga Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat mendaftar untuk bisa masuk ke rumah susun (rusun). (Sumber: Istimewa)

KALIDERES, POSKOTA.CO.ID - Proses pendataan warga Kampung Bilik, Kalideres, Jakarta Barat yang akan direlokasi ke rumah susun (rusun) masih terus berlangsung.

Sebelumnya, warga di kampung ini dipastikan terdampak penggusuran akibat lahan yang akan dipakai untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pegadungan.

Berdasarkan data yang telah dihimpun, sebanyak 131 kepala keluarga (KK) terdampak akibat penggusuran lahan ini.

Baca Juga: Warga Dumek Depok Amankan Pelaku Tawuran saat Ramadhan, Polisi Apresiasi Peran Aktif Masyarakat

Pemerintah Kota Jakarta Barat sendiri telah menyediakan opsi pindah atau relokasi bagi warga ke rumah susun, seperti rusun Tegal Alur, Pesakih, hingga Nagrak.

Lurah Kamal, Edy Sukarya mengatakan, data terbaru hari ini, Kamis, Februari 2026 sebanyak 24 KK telah terdaftar untuk direlokasi. Sebelumnya sudah ada 9 KK terdaftar dan hari ini bertambah 15 KK.

"Hari ini ada 15 KK yang mendaftar," kata Edy melalui pesan singkat, Kamis, 26 Februari 2026.

Edy mengungkapkan dari 15 KK tersebut, 7 di antaranya mendaftar ke rusun Tegal Alur, Pesakih dan Rawa Buaya, sementara sisanya ke Rusun Nagrak.

Baca Juga: Cegah Kabur! Pemilik Rumah Gembok Pagar, Terduga Pelaku Pencurian Berpose Santai

"Tujuh (kepala keluarga) ke rusun terdekat yaitu Rusun Tegal Alur, Persakih dan Rawa Buaya. Yang lain diarahkan ke Rusun Nagrak," ujarnya.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan bahwa proses pendataan warga yang siap direlokasi hingga saat ini masih terus dilakukan.

Pihaknya bersama Pemkot Jakbar terus melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga terdampak yang rencananya akan direlokasi tersebut.

Baca Juga: Warga Antusias Ikuti Gerakan Pangan Murah Ramadhan di Bogor, Harga Mulai Rp4.000

"Kami pakai kekeluargaan lah, akses kekeluargaannya. Kami maklum, karena mereka sudah 30 tahun tinggal di situ. Maklum ya kalau ada tantangan, dinamika, itu biasa," ujar Edy melalui sambungan telepon, Rabu, 25 Februari 2026. (pan)


Berita Terkait


News Update